Spanyol Lirik Indonesia Jadi Hub Ekspor ke Eropa, Siap Bangun Pabrik Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa Spanyol menunjukkan ketertarikan kuat untuk menanamkan investasi baru di Indonesia. Ketertarikan ini muncul usai pertemuan antara Mendag Budi dan delegasi dari Spanyol dalam rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat, (17/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Spanyol menyampaikan minat mereka untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia. Tujuan dari pendirian pabrik ini adalah menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat produksi yang akan memasok kebutuhan ekspor ke pasar Uni Eropa maupun ke negara-negara Asia lainnya. Hal ini sejalan dengan semakin kuatnya hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, yang difasilitasi melalui perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
"Tadi kami barusan juga (bertemu) dengan delegasi Spanyol. Mereka justru sangat tertarik untuk investasi di Indonesia," ujar Budi Santoso.
Baca Juga
Ekspor Tumbuh 7,7%, Mendag Soroti Peran Perdagangan Usai Proyeksi IMF Naik
Meskipun belum dapat merinci lebih lanjut mengenai sektor usaha atau jenis pabrik yang akan dibangun, Mendag Budi menjelaskan bahwa pendekatan investasi tersebut sangat tergantung pada segmen pasar yang ingin dibidik. Ia mencontohkan bahwa komoditas seperti sepatu dan alas kaki merupakan produk Indonesia yang sangat diminati oleh pasar Eropa, dan bisa menjadi peluang besar bagi investor asing.
"Dia dari Spanyol justru ingin jualan ke Eropa. Dia ingin bikin pabriknya di Indonesia. Itu untuk hub dia ke Uni Eropa, dan juga ke Asia atau ke negara lain. Nah ini salah satu yang kita targetkan, otomatis nanti kita berjalan dengan perizinan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa investor asal Spanyol masih akan melakukan studi lebih dalam mengenai sektor industri yang paling potensial untuk dikembangkan di Indonesia. “Jadi karena dia itu prinsipnya tergantung pasarnya yang dibidik apa. Misalnya dia mau melihat bahwa potensi yang besar di EU itu, misalnya sepatu, alas kaki. Ya dia tadi masih ngomong, dia akan pelajari akan bergerak di bidang apa dan mana potensi yang paling besar,” jelasnya.
