KRL Jatim Dikebut, Gerbangkertosusila Menuju Jabodetabek Jilid II
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id - Kawasan metropolitan Gerbangkertasusila yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, bersiap menjadi “Jabodetabek jilid dua” berkat pengembangan sistem transportasi massal berbasis kereta rel listrik (KRL) yang tengah digarap Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Proyek ambisius ini diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas kawasan urban terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pengembangan jaringan kereta perkotaan akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan tersebut.
“Saat ini di Surabaya telah dirampungkan Sustainable Urban Mobility Plan yang melibatkan Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, serta lebih luas lagi kawasan Gerbangkertasusila. Kawasan metropolitan ini sudah memiliki peraturan presiden tersendiri untuk rencana tata ruangnya,” kata Emil di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).
Baca Juga
11 KRL China Beroperasi Penuh di Lintas Bogor dan Cikarang, 16 'Trainset' Inka Uji Coba
Menurut Emil, salah satu fokus utama dalam rencana itu adalah peningkatan kapasitas jaringan utama kereta api di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Proyek ini mendapatkan pinjaman lunak tahap pertama senilai 230 juta euro dari bank pembangunan Jerman Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). “Dengan dukungan pemerintah pusat, akan ada double track dan elektrifikasi. Kapasitasnya bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” tutur Emil.
Dorong pertumbuhan kawasan terpadu
Emil menambahkan, sejumlah stasiun potensial telah diidentifikasi untuk dikembangkan menjadi kawasan transit oriented development (TOD), yakni model pembangunan kota yang berorientasi pada transportasi publik. Dengan pendekatan ini, kawasan sekitar stasiun dapat berkembang menjadi simpul aktivitas ekonomi dan hunian terintegrasi.
“Tahap pertama yang paling penting sekarang, kita sudah identifikasi segmen pelaksanaan pertama. Detail engineering design akan menjadi fokus kita untuk sekitar 1 tahun ke depan,” ujar Emil.
Baca Juga
KRL Jatim Rp 4,1 Triliun Dibangun 2029, dari Gubeng ke Sidoarjo Bakal Makin Ngebut
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) menargetkan pembangunan tahap pertama proyek Surabaya Regional Rail Link (SRLL) atau KRL Jatim dimulai pada 2029 mendatang.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub Arif Anwar menjelaskan, tahap awal proyek mencakup pembangunan jalur ganda (double track) sepanjang 27 kilometer, dari Stasiun Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo. Jalur ini melewati Stasiun Wonokromo dan Waru, serta akan dilengkapi dengan pembangunan Depo Sidotopo.
“Jadi pekerjaannya nanti adalah double track di jalur eksisting dari Stasiun Pasar Turi sampai dengan Sidoarjo. Namun, untuk fase 1 yang sudah mendapatkan loan, ini dari Stasiun Gubeng sampai dengan Stasiun Sidoarjo,” kata Arif.
Baca Juga
Integrasi dengan KRL, Penumpang LRT Jabodebek Melonjak hingga 30% Lebih
Ia menambahkan, pemerintah telah menandatangani perjanjian pinjaman (loan agreement) tahun ini. Pada 2026, pemerintah akan melaksanakan studi pendukung termasuk preliminary engineering design (PED) dan detailed engineering design (DED). “Targetnya (pembangunan) kalau tidak salah 2029,” tambah dia.
Proyek SRLL tahap pertama didukung pendanaan dari KfW senilai sekitar US$ 250 juta atau Rp 4,1 triliun (kurs Rp 16.407 per dolar AS). Jika proyek ini terealisasi, konektivitas di kawasan Gerbangkertasusila akan meningkat signifikan. Dengan integrasi moda transportasi publik yang efisien, kawasan metropolitan Jawa Timur berpotensi menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi berkelanjutan di Indonesia.

