Dibangun 2027, Proyek KRL Surabaya Rp 5,4 T Ini Bakal Ubah Wajah Transportasi Jatim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyatakan, proyek kereta rel listrik (KRL) Surabaya Regional Railway Line (SRRL) di Jawa Timur senilai US$ 338 juta atau Rp 5,4 triliun akan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027.
KRL Surabaya Regional Railway Line ini merupakan bagian proyek strategis nasional (PSN) yang ditujukan untuk meningkatkan layanan kereta api perkotaan di kawasan metropolitan Surabaya, termasuk kota-kota penyangga, seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.
“Proyek SRRL ini direncanakan akan dikerjakan menjadi dua tahap, yakni tahap 1 (fase A dan B) dan tahap 2,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono dalam keterangan resmi, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga
Masih dalam Proses Pengujian, KCI Targetkan KRL Buatan INKA Bisa Beroperasi Tahun Ini
Pada fase A, lanjut Allan, pekerjaan utama mencakup konstruksi jalur ganda dan elektrifikasi jalur Sidoarjo–Surabaya Gubeng sepanjang 27 kilometer (km), peningkatan fasilitas stasiun (Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, dan Sidoarjo), serta peningkatan Depo Sidotopo.
Pekerjaan juga mencakup penanganan perlintasan sebidang, pembangunan flyover di titik rawan kemacetan, serta peningkatan sistem persinyalan dan telekomunikasi di sepanjang jalur.
Dikatakan Allan, saat ini pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sedang menyelesaikan tahap awal proyek, termasuk penyusunan dokumen administratif, pengadaan, dan persiapan anggaran.
“Kami terus mendorong percepatan penyelesaian dokumen dan koordinasi lintas sektoral agar berbagai proses persiapan administratif ini dapat segera rampung, sehingga proses konstruksi segera dimulai sesuai jadwal yaitu rencananya pada 2027 mendatang,” jelasnya.
Sebagian besar investasi SRRL tahap 1 menggunakan dana pinjaman (loan) nol persen dari Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt Fur Wiederaufbau/KfW) sebesar US$ 250 juta atau Rp 3,6 triliun dari total proyek US$ 338 juta atau setara Rp 5,4 triliun.
Baca Juga
157 Juta Orang Pilih Kereta, KAI Ungkap Data Terbaru Penumpang KRL, Whoosh, hingga LRT
Sementara, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengucurkan dana sebesar US$ 88 juta atau setara Rp 1,4 triliun dengan perincian US$ 35 juta untuk pembebasan lahan dan kompensasi pemukiman kembali. Kemudian US$ 28 juta untuk kontingensi, US$ 10,4 juta untuk pajak dan bea masuk, dan US$ 14,6 juta untuk biaya pendanaan.
DJKA menambahkan, proyek SRRL mencakup penataan akses masuk stasiun dari dua arah untuk mendukung kelancaran mobilitas pengguna, serta dirancang sebagai sistem transportasi publik terintegrasi dan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Kami terus berkolaborasi baik dengan Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jawa Timur, kementerian/lembaga terkait serta tentunya dengan masyarakat untuk memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal baik dari segi ekonomi maupun sosial,” pungkas Allan.

