Siap Ubah Wajah Transportasi Sumut, Proyek BRT Mebidang Ditarget Beroperasi 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Sistem transportasi massal perkotaan atau Mastran Project yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang) dengan pengoperasian bus rapid transit (BRT) dan non-BRT ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini dibahas dalam rapat koordinasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara di kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (16/10/2025).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Aan Suhanan menyatakan, ada empat hal utama yang perlu disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung proyek tersebut. “Yang harus dipersiapkan, antara lain ketersediaan lahan, operasional layanan, penyediaan bus, dan kelembagaan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, dikutip Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
Menhub dan Gubernur Dedi Bahas Integrasi Transportasi Jabar, dari LRT hingga Kereta Cepat
Menurutnya, proyek Busway Mebidang akan memiliki jalur khusus sepanjang 21 kilometer (km), 32 halte on-corridor, 696 halte off-corridor, serta 527 bus yang akan melayani penumpang di kawasan metropolitan Mebidang.
“Kami menargetkan konstruksi dimulai pada akhir 2025. Saat ini tender empat paket konstruksi sedang berjalan, yakni jalur on-corridor, halte on-corridor, halte off-corridor, serta pembangunan depo di Amplas dan Pinang Baris,” jelas Aan.
Ia menambahkan, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperluas akses ke lapangan kerja, dan memperkuat sistem transportasi massal di wilayah Sumatera Utara.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyampaikan dukungan terhadap proyek ini dan menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk ikut menyukseskannya. “Kami sedang menyiapkan anggaran pada 2026 untuk mendukung keberadaan layanan transportasi publik ini,” ungkap Bobby.
Bobby juga menyebutkan, pemerintah daerah (pemda) sedang menyiapkan jalur lahan dan memperhitungkan kebutuhan sumber daya manusia agar layanan BRT dapat berjalan optimal.
Baca Juga
Menkeu Tak Mau Utang Kereta Cepat Whoosh 'Merembes' ke Pemerintah
“Saya harap seluruh jajaran pemerintah daerah khususnya di wilayah Medan, Binjai, Deli Serdang dapat serius dan mempersiapkan mastran project ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumatra Utara Moettaqien Hasrimi, Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Hubdat Windi Susilawati, Kasubdit Angkutan Perkotaan Andi Faizah Arsal, dan Kasubdit Terminal Penumpang Yugo Kristanto.

