Travoy Hub di TMII Jadi Contoh Kota Masa Modern Depan? Ini Kata AHY
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya pengembangan transit oriented development (TOD) dalam membangun kota modern masa depan yang berdaya saing global.
AHY pun menyoroti salah satu proyek percontohan TOD yang saat ini tengah dikembangkan di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur yaitu Travoy Hub garapan Jasa Marga Group.
“Di situ nanti akan menjadi hub perjalanan atau transportasi multimoda. Orang datang ke sana bisa langsung naik LRT (light rail transit), ke depan mungkin MRT (mass rapit transit), dan kawasan itu juga terintegrasi dengan hunian maupun fasilitas lain,” kata AHY di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).
Menurut AHY, TOD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi ekosistem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah. “TOD itu bukan hanya membangun fisiknya, tetapi juga ekosistemnya. Proyek ini harus menjadi keinginan pusat sekaligus daerah, termasuk provinsi dan kabupaten,” jelas dia.
Baca Juga
Selain TOD, AHY menyoroti konsep urban regeneration atau penataan ulang kawasan perkotaan. Konsep ini, katanya, penting untuk menghadirkan kota yang aman, nyaman, sekaligus inklusif.
“Kita lakukan revitalisasi, pembenahan, regulasi-regulasinya pun juga harus bisa diterapkan dengan baik sehingga ekonominya terjamin, dan masyarakat tidak justru terjebak dalam ketimpangan,” tutur AHY.
AHY menekankan pembangunan kota modern harus memperhatikan aspek kesetaraan. Ia menyinggung masih adanya kawasan kumuh di tengah kota besar yang berdampingan dengan gedung-gedung tinggi.
Baca Juga
Jasa Marga Ungkap Rencana Integrasi Hunian Vertikal ke Travoy Hub Taman Mini
“People first development bukan sekadar jargon, tetapi pembangunan harus ditujukan agar keluarga-keluarga bisa lebih nyaman dan memiliki pekerjaan yang layak,” lugas dia.
Ia menambahkan, pembangunan kota modern tidak hanya fokus pada penyediaan dana untuk fisik, melainkan juga ekosistem yang memungkinkan masyarakat hidup dengan aman, nyaman, sejahtera, dan berkelanjutan.
Tak sampai di situ, Menko AHY juga berharap wilayah Jawa Timur dapat mengembangkan konsep TOD di perkotaan untuk mewujudkan
Sebelumnya, PT Jasamarga Related Business (JMRB) berencana mengintegrasikan hunian vertikal berupa rumah susun (rusun) ke kawasan Travoy Hub, Jakarta Timur.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko JMRB, Hendra Gunawan menyebutkan, lokasi hunian tersebut kemungkinan berada di kawasan Taman Anggrek Indonesia Permai dan akan melibatkan pengembang (developer) dengan dukungan pemerintah daerah.
“Kemungkinan akan ada apartemen atau rumah susun di seberang kita, yaitu di Taman Anggrek, untuk pengembangan ke depannya,” kata Hendra di Travoy Hub, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025) lalu.
Baca Juga
Ia menjelaskan, hunian vertikal ini berpotensi masuk program subsidi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Untuk mendukung konektivitas, direncanakan pembangunan jembatan penghubung dari rusun menuju Travoy Hub. “Dengan demikian orang bisa dari rusun terhubung ke sini, dan dari sini bisa ke Cawang, Thamrin, Cikarang, bahkan Harjamukti,” imbuh Hendra.
Selain integrasi hunian, Travoy Hub juga dikembangkan dengan konsep konektivitas moda transportasi, mulai LRT, Transjakarta, JakLingko, hingga rencana MRT jalur timur-barat.
Travoy Hub dibangun dalam tiga fase dengan nilai capex sekitar Rp 670 miliar. Adapun fase pertama yang terintegrasi dengan Stasiun LRT TMII sudah beroperasi, sementara fase kedua terkait area retail ditargetkan rampung akhir 2025. Pada fase 3, JMRB juga menyiapkan fasilitas rumah sakit (RS) yang bekerja sama dengan RS Brawijaya dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2025.

