Travoy Hub TOD, Calon Magnet Hunian Baru di Jaktim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menilai kawasan transit oriented development (TOD) Travoy Hub yang telah dioperasikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berpotensi menjadi daya tarik bagi pasar hunian di Jakarta Timur (Jaktim).
Kawasan Travoy Hub yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tengah dipersiapkan untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk rencana perseroan menggandeng pihak ketiga untuk membangun hunian vertikal.
Dikatakan Ferry, pasar apartemen secara umum masih belum sepenuhnya pulih. Sejauh ini, proyek apartemen berkonsep TOD belum menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi penjualan maupun harga jual dibandingkan proyek non-TOD.
“Kalau secara umum kita lihat pasar apartemen memang belum terlalu pulih. Kita juga belum melihat apartemen TOD yang ada saat ini bisa memaksimalkan penjualan atau mendongkrak harga jual secara signifikan,” jelas Ferry dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/10/2025).
Meski demikian, ia menilai konsep TOD tetap memiliki potensi pasar yang cukup positif dalam jangka panjang karena menawarkan kemudahan akses dan efisiensi waktu bagi penghuni untuk perjalanan antar wilayah.
“Kalau ada pihak yang tertarik membangun hunian berkonsep TOD di area, seperti Taman Mini, berarti mereka melihat potensi yang ada. TOD bisa jadi daya tarik karena menjamin aksesibilitas dan waktu tempuh yang pasti,” kata Ferry.
Ferry menambahkan, wilayah Jakarta Timur masih memiliki ruang pertumbuhan pasar hunian yang cukup besar, sehingga rencana pengembangan hunian di sekitar Travoy Hub dinilai sebagai langkah yang melihat peluang.
Berdasarkan data Colliers, sektor apartemen alias hunian vertikal didominasi kawasan Jakarta Selatan sebesar 70% pada periode 2025-2027. Disusul oleh Jakarta Timur sekitar 13%, Jakarta Barat (12%), dan Jakarta Utara (5%).
Adapun total pasok tahunan 2025 lebih rendah 7% dibandingkan total pasok apartemen di 2024. Menurut Ferry, hal ini disebabkan oleh pengembang yang lebih ingin menyelesaikan proyek yang sedang berjalan ketimbang memulai proyek baru.
Sebelumnya, PT Jasamarga Related Business (JMRB) berencana mengintegrasikan hunian vertikal berupa rumah susun (rusun) ke kawasan Travoy Hub, Jakarta Timur.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko JMRB, Hendra Gunawan menyebutkan, lokasi hunian tersebut kemungkinan berada di kawasan Taman Anggrek Indonesia Permai dan akan melibatkan pengembang (developer) dengan dukungan pemerintah daerah.
“Kemungkinan akan ada apartemen atau rumah susun di seberang kita, yaitu di Taman Anggrek, untuk pengembangan ke depannya,” kata Hendra di Travoy Hub, Kamis (25/9/2025) lalu.
Ia menjelaskan, hunian vertikal ini berpotensi masuk program subsidi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Untuk mendukung konektivitas, direncanakan pembangunan jembatan penghubung dari rusun menuju Travoy Hub. “Sehingga orang bisa dari rusun terhubung ke sini, dan dari sini bisa ke Cawang, Thamrin, Cikarang, bahkan Harjamukti,” imbuh Hendra.

