Travoy Hub, Tempat ‘Kongkow’ yang Bakal Terintegrasi MRT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Jasamarga Related Business (JMRB) mengembangkan Travoy Hub sebagai tempat kongkow berkonsep toll corridor development (TCD) yang mengedepankan transit-oriented development (TOD) bagi masyarakat Jabodetabek.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko JMRB, Hendra Gunawan menjelaskan, pengembangan ini cukup berbeda dengan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area tipe A, B, atau C karena dilengkapi integrasi moda transportasi.
Baca Juga
Hingga Agustus 2025, Kawasan Berikat Serap 1,83 Juta Pekerja dan Hasilkan Devisa Rp 3.140 Triliun
“Di sini kita mengintegrasikan moda transportasi mulai LRT (light rail transit), JakLingko, Transjakarta, dan nanti ke depannya ada mass rapid transit underground,” jelas Hendra di Travoy Hub, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan, groundbreaking proyek MRT jalur timur-barat (east-west line) pada 2026 yang menghubungkan Cikarang, Jawa Barat, hingga Balaraja, Banten. Jalur MRT ini memiliki rute sepanjang total 83,6 kilometer (km) dengan 48 stasiun yang akan melewati TMII.
Adapun, proyek ini dibagi dalam dua fase, yakni fase 1 tahap 1 rute Tomang-Medan Satria (24,5 km) dan fase 1 tahap 2 rute Kembangan-Tomang (9,2 km).
Lebih jauh, fase 2 berada di dua lokasi, yaitu Jawa Barat rute Medan Satria-Cikarang (20 km), serta di Banten rute Balaraja-Kembangan (29,9 km).
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Travoy Hub di Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025). Peresmian ini turut dihadiri Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono, serta Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian.

