Capai Harga ‘All Time High’, Penjualan Emas Diprediksi Tetap Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas global kembali mencetak all time high pada Kamis (21/3/2024), yaitu di angka US$ 2,203 per troy ounce atau naik sekitar 16,2 poin (0,75%).
Kepala Riset Komoditi Citi Amerika Utara Aakash Doshi memproyeksikan bahwa pada semester II 2024, harga emas dapat naik ke angka US$ 2,300 per troy ons yang dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga.
“Harga emas cenderung memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga. Ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik dibandingkan dengan aset pendapatan tetap seperti obligasi, yang akan menghasilkan imbal hasil yang lebih lemah di lingkungan suku bunga rendah,” ungkap Aakash Dosh dikutip dari cnbc,com pada Kamis (21/3/2024).
Sementara itu, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai bahwa terdapat kemungkinan bahwa penjualan emas akan turut mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya harga emas.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Melesat Rp 20.000 per Gram, Cek Rincian Harga Berikut
“Ketika harga semakin naik, justru beberapa kali penjualan kita juga naik. Orang menganggap saatnya beli emas karena harga akan terus naik,” tutur Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sutanto dalam Konferensi Pers Peluncuran Logo Baru PT Hartadinata Abadi Tbk di Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Sandra mengatakan, penaikan atau penurunan harga emas merupakan hal yang biasa bagi pemain industri. Terlebih dari situasi geopolitik dan ekonomi dunia yang kurang menentu saat ini, sehingga banyak faktor yang mempengaruhi harga emas.
Namun, penjual emas juga harus bersiap atas peningkatan penjualan emas dari konsumen retail.
“Dampaknya ada yang segera menjual emas, supaya dapat untung, jadi kita juga harus siap menerima barang-barang buyback,” jelas Sandra.
Sementara itu, pembelian emas yang signifikan oleh Bank sentral juga turut memperkuat harga emas meskipun suku bunga yang tinggi dan dolar menguat.
“Bank sentral, yang telah membeli emas dalam jumlah bersejarah selama dua tahun terakhir, juga akan terus menjadi pembeli yang kuat pada tahun 2024,” kata Kepala Bank Sentral Global Dewan Emas Dunia Shaokai Fan. (CR-4)

