Belajar Transportasi Publik, Ribuan Pelajar "Serbu" Stasiun KRL
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Suasana sejumlah stasiun kereta rel listrik (KRL) Kamis (2/10/2025) pagi ini berbeda dari biasanya. Ribuan pelajar memadati peron dan gerbong untuk mengikuti program edukasi dan tur Edutrain bertajuk C-Taditur yang digelar PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Direktur Operasi dan Komersial KCI Broer Rizal mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 1.717 peserta didik secara serentak di empat wilayah operasi, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada pelajar terkait tata cara menggunakan transportasi publik secara aman dan tertib.
“Peserta kami ajarkan bagaimana menjadi penumpang yang baik. Mulai cara masuk gate, mengisi saldo, hingga mencari informasi di stasiun. Mereka juga diajarkan aturan di dalam KRL, seperti tidak boleh makan dan minum kecuali darurat,” kata Rizal di Stasiun BNI City, Jakarta.
Baca Juga
Di wilayah Jabodetabek, program digelar di empat lintasan perjalanan, antara lain BNI City–Batu Ceper, Citayam–Bogor, Cikarang–Bekasi, serta Jurangmangu–Serpong. Siswa tidak hanya dilatih praktik naik dan turun KRL, tetapi juga dibekali pemahaman soal keselamatan di sekitar jalur rel.
Sebagai bagian dari kampanye lingkungan, KCI juga membagikan bibit pohon untuk ditanam kembali oleh peserta. “Ini bagian dari semangat green commuter,” ujar Rizal.
KCI memastikan kegiatan ini tidak mengganggu jam sibuk. Jalur perjalanan peserta dipilih pada lintasan yang relatif sepi di pagi hari. “Misalnya dari Citayam ke arah Bogor, atau dari Bandara Soekarno-Hatta ke BNI City,” jelas Rizal.
Baca Juga
KCI Sebut Stasiun JIS Berada di Antara Ancol – Tanjung Priok
Antusiasme peserta
Program C-Taditur telah dijalankan sejak 2024. Sepanjang tahun lalu, tercatat 154.000 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Sementara pada periode Januari–Agustus 2025, jumlah peserta sudah mencapai 111.000.
Menurut Rizal, angka tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari sekolah dan pelajar di berbagai kota. KCI menilai kegiatan ini tidak hanya mendidik pelajar menjadi pengguna transportasi publik yang disiplin, tetapi juga mendukung tujuan pemerintah memperkuat budaya bertransportasi ramah lingkungan.
