BOPPJ Gandeng Pakar Spanyol Percepat Pembangunan Tanggul Laut Raksasa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit H Ashaf mengebut rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi kawasan pesisir utara Jawa. Didit menggelar serangkaian rapat koordinasi dengan kementerian terkait hingga pakar arsitektur urban asal Spanyol guna mempercepat sinkronisasi desain dan pelaksanaan proyek.
Didit bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta pakar arsitektur urban asal Spanyol Prof Alfonso Vegara di Jakarta pada Jumat (19/9/2025). Pertemuan tersebut membahas integrasi pembangunan GSW dengan konsep pengembangan kawasan pesisir dan perkotaan yang berkelanjutan.
“Diskusi ini membahas konsep pengembangan kawasan pesisir dan perkotaan yang berkelanjutan, selaras dengan pembangunan Tanggul Laut Pantura Jawa yang diselaraskan dengan visi ekonomi biru dan pembangunan wilayah maritim Indonesia,” kata Didit melalui akun resminya, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
Prabowo dan Xi Bahas Tanggul Laut Raksasa, 'Master Plan' GSW Siap Disesuaikan Otorita Baru
Pada Rabu (24/9/2025), Didit menggelar pertemuan lanjutan dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti. Pertemuan ini fokus pada sinkronisasi teknis dan tata kelola proyek GSW agar terintegrasi dengan rencana pembangunan infrastruktur nasional.
“Pertemuan penting ini menjadi langkah penting dalam rencana percepatan pembangunan pesisir utara Jawa yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Didit.
BOPPJ juga menekankan perlunya harmonisasi dengan pemerintah daerah, mengingat proyek GSW akan mencakup wilayah rentan lain di luar Jakarta, termasuk Semarang–Demak di Jawa Tengah.
Minat Investor Asing
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan sejumlah negara menunjukkan minat berinvestasi dalam proyek GSW, termasuk China, negara-negara Eropa, dan Timur Tengah. “Isu ini mendapat perhatian sejumlah negara. Bisa dikatakan ada potential investor, termasuk dari China, Eropa, dan Timur Tengah,” kata AHY.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Bangun Tanggul Laut Raksasa di Sidang Umum PBB
AHY menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah membahas proyek ini dengan Presiden Xi Jinping serta mengadakan komunikasi dengan berbagai mitra internasional. Namun, proses investasi akan dijalankan secara hati-hati. “Kita perlu waktu, tahapan proses, dan pematangan konsep karena ini proyek besar,” tegasnya.
Menurut AHY, desain GSW tidak hanya berbasis beton, melainkan memadukan rekayasa teknis dengan solusi berbasis alam, seperti penanaman mangrove. Langkah ini diharapkan menambah ketahanan ekosistem pesisir sekaligus menekan biaya perawatan jangka panjang. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan perhitungan kebutuhan pendanaan serta mekanisme koordinasi lintas lembaga.

