Investasi Infrastruktur Transportasi dengan Skema KPBU Diproyeksikan Rp53,6 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur transportasi mencapai Rp53,6 triliun. Penggalangan dana investasi ini menggunakan skema creative financing, yakni kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan, ada sekitar 12 proyek KPBU di sektor transportasi. Ke-12 proyek ini mencakup infrastruktur transportasi darat, laut, udara, maupun jalur kereta api (KA).
“Proyek KPBU di sektor transportasi ini memiliki nilai Rp53,68 triliun dari total 12 proyek KPBU. Jadi, disana ada transportasi darat dan perkotaan, transportasi laut dan penunjangnya, sampai transportasi udara dan perkeretaapian,” kata Budi dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenhub 2023, Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga
Kemenhub Ungkap Cara Genjot Pembangunan meski Dana APBN Terbatas
Budi Karya menerangkan, ada 5 proyek KPBU yang ditangani Kemenhub. Nilai investasi 5 proyek ini sebesar Rp36,3 triliun.
“Saat ini, kami telah sukses membangun beberapa proyek KBPU seperti Pelabuhan Patimban, KA Makassar-Parepare, Bandara Kediri, Proving Ground Bekasi, dan Pelabuhan Anggrek, itu semua totalnya Rp36,32 triliun,” ungkap Budi.
Ada pula 11 proyek creative financing lain di sektor transportasi darat, udara, dan laut. Ke-11 proyek KPBU mencakup Bandara Sofifi (Bandara Internasional Sultan Nuku), Bandara Komodo Labuan Bajo, MRT Lebak Bulus – Taman Mini, LRT Bali, KA Bandara Sepinggan – KIPP IKN, dan KA Perkotaan Inti IKN.
Selanjutnya untuk skema Loan itu ada Surabaya Regional Railway Line, MRT East – West, dan MRT North – South CP205. Sedangkan, back up area Pelabuhan Patimban masih dalam tahap pembahasan. (CR-3)
Baca Juga
Kemenhub Izinkan LRT Tambah Jam Operasional saat Nataru, tapi Ini Syaratnya

