Pertamina Pastikan Modul Solar PV di Karawang Bisa Beroperasi Penuh di Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memastikan modul solar photovoltaic (PV) di Indonesia berkapasitas produksi 1,4 gigawatt (GW) per tahun dapat mulai beroperasi penuh di akhir tahun 2025.
Kepastian ini diungkapkan langsung oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono dalam acara Green Energy Summit 2025 bertajuk “Transisi Energi yang Adil: Menjaga Bumi, Menyejahterakan Rakyat" yang digelar Investortrust.id di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
"Solar PV kita punya satu pabrik di Karawang, bekerja sama dengan LONGi sari Tiongkok juga untuk membangun modul solar PV. Jadi selama ini kita mau genjot solar PV selalu kendalanya adalah TKDN. Inilah salah satu cara kita menjawab demand tentang solar PV yang besar ini. Dengan membangun kapasitasnya di dalam negeri, membangun modul solar panel. Targetnya kapasitasnya bisa sampai 1,4 gigawatt per tahun, dan ini kita coba, kita pastikan di akhir tahun ini bisa mulai beroperasi penuh," ujar Agung.
Baca Juga
Pertamina Ungkap Pengumpulan Minyak Jelantah Buka Peluang Peningkatan Ekonomi Bagi UMKM
Agung menjelaskan, Pertamina menempatkan green energy ini bukan hanya sekadar green business, tapi green movement. Menurut Agung, Pertamina saat ini sudah memiliki enam subholding, yakni Subholding Upstream, Subholding Refining dan Petrochemical, Subholding Commercial and Trading, Subholding Gas, Subholding Integrated Marine Logistics, dan Subholding Power and New Renewable Energy.
"Jadi kita sampaikan ke publik bahwa Pertamina bukan semata perusahaan minyak, bukan semata menyalurkan BBM. Tapi juga bergerak di New and Renewable Energy. Dan ini harus dilakukan bersama-sama dalam satu kolaborasi yang kita sebut pentahelix, dimana salah satunya adalah media, dan apresiasi kita hari ini InvestorTrust," ungkap Agung.
Baca Juga
Kilang Pertamina Ubah Wajah Pesisir Dumai Lewat Bedelau Minapolitan
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), subholding power & new renewable energy bekerja sama dengan LONGi Green Technology Co, Ltd, meluncurkan proyek strategis pembangunan fasilitas manufaktur panel surya (photovoltaic/PV) di Indonesia berkapasitas produksi 1,4 GW per tahun.
Inisiatif ini mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terhadap pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan bertujuan memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap modul solar PV di dalam negeri dan Asia Tenggara.
Dalam sambutannya CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting transisi energi di Indonesia. “Dengan membangun kapasitas manufaktur lokal, kami ingin memperkuat rantai pasok solar PV dalam negeri, menurunkan biaya produksi, dan menciptakan lapangan kerja hijau yang berkeahlian tinggi,” tambah John di Bekasi, Senin (23/6/2025).
Fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,4 GW per tahun dan akan menggunakan teknologi terbaru dari LONGi sebagai pemimpin global dalam manufaktur solar PV, Hybrid Passivated Back Contact (HPBC) 2.0 tipe N yang dapat menghasilkan modul surya berdaya efisiensi tinggi.
Lokasi proyek solar pv ini berada di Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan wilayah strategis yang memudahkan distrbusi dan rantai pasok dalam proses produksinya. Fasilitas ini nantinya diharapkan dapat menyerap tenaga lokal dan meningkatkan perekonomian nasional.

