India Genjot Swasembada Sawit, Apa Dampaknya bagi Ekspor CPO Indonesia?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah India tengah mendorong program ambisius untuk meningkatkan produksi minyak sawit domestik. Langkah ini ditempuh guna mengurangi ketergantungan terhadap impor, termasuk dari Indonesia yang selama ini menjadi pemasok utama.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Fadhil Hasan, menyebut rencana tersebut akan membawa implikasi terhadap perdagangan sawit kedua negara.
“Pemerintah India memang sudah menyatakan komitmen untuk meningkatkan produksi minyak nabati, terutama minyak sawit dalam negerinya, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan dari impor,” kata Fadhil dalam diskusi virtual bertajuk Palm Oil as a Strategic Corridor: Strengthening Indonesia-India Economic and Trade Cooperation, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Negara Ini Menjadi Pasar Sawit Terbesar Kedua RI, Serap 4,83 Juta Ton Ekspor CPO
Menurut Fadhil, target swasembada sawit India diproyeksikan tercapai dalam 20 tahun mendatang. Meski periode tersebut cukup panjang, upaya itu dinilai tetap akan memengaruhi ekspor Indonesia. “Mereka akan mencapai swasembada di bidang minyak sawit. Tentunya waktu 20 tahun itu cukup lama, tetapi hal ini tetap akan berpengaruh terhadap impor dari Indonesia,” ujarnya.
Namun, Fadhil menekankan, rencana tersebut juga bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha sawit Indonesia. Salah satunya melalui penjualan bibit atau benih sawit. “Jika India membuka perkebunan sawit dalam skala yang lebih luas, maka bibit atau benihnya bisa berasal dari Indonesia. Dari situ kita tetap bisa memperoleh manfaat,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada 2024 India telah menanam 1,7 juta bibit sawit di lahan seluas 12.000 hektare. Dari program ini, pemerintah setempat menargetkan produksi minyak sawit mencapai 1 juta ton pada periode 2025–2026.

