Penyaluran Rumah Subsidi Baru 47%, Target 350.000 Dikebut ke KEK dan Luar Jawa
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi pembiayaan rumah hingga 1 September 2025 telah mencapai 164.600 unit atau lebih dari 47% dari target.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan, pencapaian tersebut terus dipantau melalui koordinasi dengan bank penyalur dan pengembang.
"Ini kita terus pantau ya, terus dorong, terus berkoordinasi dengan bank penyalur. Kalau pada hari ini sudah di 164.600 (unit) atau sudah 47% lebih. Ini memang menjadi concern, supaya teman-teman pengembang bisa lebih mempercepat lagi dari sisi produksinya," kata Heru kepada investortrust.id, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/9/2025).
Baca Juga
FLPP Dikebut, BP Tapera Salurkan 161.500 Rumah Subsidi dalam 8 Bulan
Untuk mengejar target penyaluran rumah KPR FLPP 350.000 unit, lanjut Heru, BP Tapera berkolaborasi dengan asosiasi pengembang guna mempercepat pasokan hunian. Dari sisi permintaan, salah satu tantangan utama adalah kemampuan bayar calon debitur. Terkait hal ini, BP Tapera berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan.
"Termasuk recycle peminatan tahun-tahun sebelumnya, yang sudah kita tapping, yang kita serahkan ke OJK untuk dianalisis, dan ternyata memang sebagian besar itu karena tidak diproses, karena tahun-tahun sebelumnya itu kuotanya (rumah subsidi) terbatas," ujar Heru.
Selain itu, BP Tapera juga melakukan sosialisasi dan memberikan insentif bagi pengembang, khususnya dengan menyasar pekerja swasta dan buruh.
Baca Juga
Begini Respons Menteri PKP terkait Usulan BTN Kenaikan Suku Bunga FLPP KPR
Dikatakan Heru, program sosialisasi telah dilakukan bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di tiga dari 10 lokasi yang ditetapkan, antara lain kantong-kantong industri.
Heru menambahkan, sosialisasi akan dilanjutkan ke sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pusat industri di luar Jawa. "Kita akan ke Morowali, Gresik, Batam, Papua Barat Daya, Papua Barat, Jayapura, Papua Selatan, Timika, hingga Merauke. Itu potensial marketnya tinggi," ungkap Heru.

