Mulai 21 Agustus, Jalanan Glodok–Kota Diatur Ulang karena Proyek MRT Fase 2
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id— PT MRT Jakarta (Perseroda) akan melakukan rekayasa lalu lintas pada ruas jalan sepanjang rencana pembangunan Stasiun Glodok hingga Stasiun Kota mulai 21 Agustus 2025-15 Januari 2026. Rekayasa ini dilakukan sebagai bagian tahapan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A CP203.
Menurut Plt Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Ahmad Pratomo, paket kontrak CP203 mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Glodok dan Kota, serta terowongan sepanjang 690 meter dari Mangga Besar hingga Kota Tua.
Baca Juga
MRT Teken MoU dengan Persija, Sepakat Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global
“Rekayasa lalu lintas telah disiapkan bersama kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya joint operation (SMCC-HK JO), serta dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya,” kata Ahmad dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Stasiun Glodok
Pada tahap 3.1 (21 Agustus–20 September 2025), pekerjaan difokuskan di Jalan Hayam Wuruk, mencakup arsitektur, MEP, pintu masuk, serta cooling tower dan ventilation tower. Arus lalu lintas dari selatan ke utara maupun sebaliknya dialihkan ke Jalan Gajah Mada.
“Konfigurasi jalur ditetapkan tiga lajur reguler dan satu lajur campuran bersama Transjakarta untuk arah utara, serta dua lajur reguler dan satu lajur campuran untuk arah selatan,” jelas Ahmad.
Ahmad menambahkan, tahap 3.2 (21 September 2025–12 Maret 2026) melanjutkan pekerjaan tahap sebelumnya dengan penambahan pintu masuk sisi timur. Rekayasa lalu lintas tetap menggunakan Jalan Gajah Mada dengan konfigurasi sama.
Stasiun Kota
Pada tahap 6.4 (21 Agustus–15 November 2025), pekerjaan mencakup struktur, arsitektur, MEP, cooling tower dan ventilation tower, serta pintu masuk sisi timur-utara.
“Arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap mengikuti rekayasa tahap sebelumnya. Jalan Pintu Besar Selatan dikhususkan untuk TransJakarta, penghuni, dan pengunjung, namun dapat dibuka untuk umum secara situasional,” terang Ahmad.
Sementara tahap 6.5 (16 November 2025–15 Januari 2026), kata Ahmad, melanjutkan pekerjaan di sisi barat dan timur Jalan Pintu Besar Selatan serta area Plaza BEOS Kota Tua. Lalu lintas dari selatan ke utara akan menggunakan sisi barat jalan, sedangkan dari utara ke selatan melalui sisi timur.
Baca Juga
17-18 Agustus Naik MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta Cuma Rp 80
PT MRT Jakarta menyatakan telah menyiapkan rambu lalu lintas, marka jalan, dan penerangan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Masyarakat juga diminta mematuhi rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama pekerjaan berlangsung.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini,” pungkas Ahmad.

