Realitas 3 Juta Rumah: Renovasi hingga Penataan Kawasan Nol, Wamen Fahri Minta Maaf
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust .id - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah buka-bukaan program 3 juta rumah tidak akan tercapai pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga
Kemenko Perekonomian Harap KUR Perumahan Dapat Diluncurkan Juli 2025
"Kita ini yang KPI (key performance indicator) kita saja itu kan masih (belum tercapai), tadi saya minta maaf, saya laporkan tadi itu, karena untuk renovasi kan masih nol, penataan kawasan kan masih nol, PSU (prasarana dan sarana utilitas umum) masih nol," kata Fahri saat ditemui di kantor Kemenko IPK seusai melaksanakan rapat koordinasi, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Fahri menjelaskan, seluruh program yang saat ini dijalankan merupakan program eksisting yang bukan inisiasi dari Kementerian PKP. Bahkan, dia mengakui bahwa penyaluran program rumah subsidi berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi program utama saat ini anggarannya berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Adapun, penyaluran rumah subsidi juga bukan dijalankan Kementerian PKP, melainkan dilaksanakan langsung oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). "Tapera itu institusi di luar kita, harusnya kita fokus kepada apa yang harusnya kita kerjakan sendiri sebagai KPI kita," tambah Wamen Fahri.
Baca Juga
Sektor Perumahan Bisa Sumbang 1,3% Pertumbuhan Ekonomi, Ini Program Andalannya
Sejalan dengan hal itu, Fahri menyebut, Menko AHY dikabarkan bakal segera melakukan evaluasi pelaksanaan kinerja program 3 juta rumah. "Tadi Menko (responsnya) akan mengevaluasi agak dalam soal pelaksanaan APBN karena memang itu kan tugas menko," pungkasnya.

