Prasasti: Ekonomi Digital Berkontribusi Rp 1.860 Triliun pada PDB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Hasil riset Prasasti Center for Policy Studies mencatat bahwa ekonomi digital berkontribusi sekitar Rp 1.860 triliun atau 8,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, berdasarkan data 2024.
Temuan tersebut, berasal dari riset berjudul Mengoptimalkan Peran Ekonomi Digital dalam Mewujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan 8% di Indonesia. Laporan penelitian ini turut menunjukkan, setiap kenaikan 1 unit nilai tambah dari ekonomi digital akan mendorong peningkatan total output ke seluruh sektor lainnya sebesar 1,89 unit.
“Angka ini merefleksikan ketergantungan sektor lain terhadap ekonomi digital,” jelas Research Director Prasasti Gundy Cahyadi di Artotel Gelora Senayan, Selasa (12/8/2025).
Board of Advisors Prasasti Burhanuddin Abdullah pun memandang, ekonomi digital memiliki peran strategis dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan pemerintah. Dengan mendorong dan memfasilitasi perkembangan ekonomi digital, berbagai lapisan masyarakat dipercaya dapat merasakan dampaknya secara langsung.
Baca Juga
Targetkan 19% PDB dari Ekonomi Digital, Kementerian Komdigi Gandeng Australia
“Ini dapat pula memperluas akses pasar, keuangan, dan teknologi. Dampaknya dapat terasa pada konsumen, para pedagang, pelaku UMKM dan pekerja informal,” ujar Burhanuddin dalam kesempatan yang sama.
Dia menambahkan, industri digital nasional memberikan peluang lebih besar kepada talenta teknologi Indonesia untuk mendapatkan kesempatan kerja dan belajar sesuai bidangnya.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah pun menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum digital untuk pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Dengan tekanan perlambatan ekonomi global, transisi energi, dan pergeseran rantai pasok, Indonesia membutuhkan mesin pertumbuhan yang lebih efisien. Ekonomi digital menawarkan jawaban konkret,” tegas Piter.
Dengan proyeksi kontribusi mencapai US$ 220–360 miliar pada 2030 dan dominasi 40% dari nilai ekonomi digital ASEAN, ekonomi digital memiliki potensi besar mendorong produktivitas nasional.
“Ekonomi digital tidak hanya menciptakan peluang kerja dan inovasi, tapi juga berperan sebagai enabler untuk mencapai target pertumbuhan 8%,” sambung Piter.

