Nvidia dan AMD 'Deal' sama China, Trump Dapat 'Cuan' 15%
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menuai kritik setelah ia mengumumkan kesepakatan dengan Nvidia dan AMD untuk menjual cip artificial intelligence (AI) tertentu ke China. Sesuai kesepakatan, 15% pendapatan perusahaan wajib disetor ke Pemerintah AS.
Kesepakatan ini melonggarkan larangan ekspor cip canggih yang diberlakukan AS sejak April lalu. Produk yang diizinkan masuk ke China termasuk Nvidia H20 dan AMD MI308, tetapi dengan versi yang sudah dikurangi kemampuannya.
Tidak hanya itu, Trump juga memberi sinyal siap membuka peluang bagi cip canggih Nvidia Blackwell, untuk dijual ke China selama performanya dikurangi hingga 30%-50%. "Bisa jadi saya setuju membuat kesepakatan (baru),” tegas Trump.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/8/2025), banyak pihak menilai langkah ini berisiko. Para analis memperingatkan bahwa model berbayar untuk memperoleh izin seperti ini bisa menjadi contoh buruk untuk semua perusahaan teknologi AS yang berbisnis di China.
Baca Juga
Nvidia Hentikan Produksi “Chip” AI H20 untuk China, Mengapa?
Tak cuma itu, pakar hukum menilai, kebijakan ini bisa bertabrakan dengan aturan ekspor yang berlaku. Selama ini, Pemerintah AS hanya boleh menarik biaya administrasi, bukan memotong langsung pendapatan perusahaan.
Dari sisi bisnis, memang ada potensi keuntungan besar. Menurut perkiraan analis, jika cip H20 laku hingga US$ 20 miliar di China, Pemerintah AS bisa cuan sekitar US$ 3 miliar dari pembagian 15% tersebut. Namun, beban ini justru bisa membuat margin laba perusahaan turun cukup tajam.
Sementara itu, walau sudah dipreteli versi terbatas, Blackwell masih jauh lebih canggih dari teknologi lokal China. Data dari Tom’s Hardware menunjukkan, meski dipangkas setengah kemampuannya, Blackwell untuk pasar Beijing itu masih mampu mencapai performa 1,75 PFLOPS untuk pemrosesan AI atau masih lebih canggih untuk pasar China.
Ancaman keamanan
Sejak pembatasan ekspor cip AI diperketat, pasar China yang sebelumnya sangat menguntungkan bagi Nvidia dan AMD merosot drastis. Dengan kesepakatan baru ini, Trump mencoba mencari titik tengah antara keamanan nasional dan peluang bisnis.
Baca Juga
Dicap 'Bobrok' dan Tak Aman, Chip H20 Nvidia Tuai Kritik Pedas dari Media China
Namun, bagi banyak pengamat, kebijakan ini terlihat lebih, seperti upaya mencari pemasukan cepat ketimbang melindungi kepentingan strategis AS di bidang teknologi. Trump belum memastikan kapan akan bertemu lagi dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, untuk membahas Blackwell versi terbatas di China.
Namun, jika kesepakatan ini benar terjadi, dampaknya tidak hanya akan terasa di neraca keuangan, melainkan memengaruhi citra Negeri Paman Sam sebagai negara yang konsisten menjalankan aturan ekspor demi keamanan nasional.

