Pulau Padar Terancam Beton karena Proyek Wisata Mewah, DPR Bilang Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi VII DPR Kaisar Abu Hanifah mengkritik rencana pembangunan proyek pariwisata berskala besar di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mendesak pemerintah menghentikan proyek tersebut lantaran mengancam kelestarian alam dan daya tarik utama wisata Labuan Bajo.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata. Harus ada prinsip keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya," kata Kaisar dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga
Respons Penolakan PLTP di NTT, Bahlil: Energi Bersih akan Baik jika Semuanya Menerima
Proyek tersebut mencakup pembangunan 619 unit fasilitas, terdiri dari 448 villa serta berbagai sarana lain, seperti restoran, gym, spa, kapela pernikahan, dan fasilitas pendukung lainnya. Kaisar mengatakan skala pembangunan ini akan mengubah lanskap alami Pulau Padar yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata NTT.
"Jika di Pulau Padar dibangun proyek pariwisata yang merusak keindahan alam, maka proyek itu harus dihentikan. Jangan sampai karena alasan ekonomi, justru kita mengorbankan pesona alam yang menjadi daya tarik utama," ujar dia.
Dia mengaku tak bisa membayangkan jika Pulau Padar yang terkenal dengan pemandangan bukit hijau dan laut, tergantikan ratusan vila dan bangunan lain. Keaslian alam akan hilang, dan akhirnya membunuh potensi pariwisata kawasan tersebut. "Ekosistem yang indah tidak boleh dikorbankan demi proyek yang mengabaikan kelestarian lingkungan,” ucap legislator asal Dapil DIY tersebut.
Baca Juga
Transformasi Sistem Kesehatan di NTT Jadi Program Prioritas Pemerintah
Dia mengingatkan bahwa Pulau Padar merupakan salah satu habitat penting komodo. Pembangunan berskala besar dikhawatirkan akan mengusir satwa endemik tersebut dari lingkungan alaminya.
“Ekosistem komodo yang selama ini terjaga dengan baik akan terancam jika pembangunan ini tetap dipaksakan. Begitu habitat mereka terganggu, kita berisiko kehilangan komodo dari Pulau Padar,” ungkapnya.
