Semester I, Penjualan Listrik PLN 155 TWh dan Laba Melonjak 32,8% Capai Rp 6,6 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) membukukan penjualan listrik sebesar 155,62 terawatt hour (TWh) sepanjang semester I 2025 tumbuh 4,36% secara year on year (YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu 149,11 TWh.
Dengan perolehan konsumsi listrik tersebut, PLN mencetak laba periode berjalan senilai Rp 6,64 triliun sepanjang semester I 2025 atau naik 32%.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci PLN menjaga kinerja solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga
Dorong Pemerataan Energi, Kisah PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Pedalaman Sigi Sulteng
"Berkat kolaborasi, kami berhasil membukukan kinerja solid. Ini juga jadi bukti keberhasilan pemerintah menjaga kestabilan ekonomi yang terlihat dari naiknya konsumsi listrik pelanggan," ucap Darmawan dalam keterangannya, Kamis (7/8/2025).
Dengan perolehan konsumsi listrik tersebut, PLN mencetak laba periode berjalan senilai Rp 6,64 triliun sepanjang semester I 2025. Perolehan laba tersebut melesat 32,8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 5 triliun.
Peningkatan laba seiring naiknya pendapatan yang mencapai Rp 281,89 triliun per Juni 2025 atau naik 7,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 262,06 triliun.
Baca Juga
Digitalisasi dan Beyond kWh Jadi Kunci PLN Tembus Fortune Global 500
PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor utama penjualan listrik, dengan konsumsi 67,14 TWh pada semester I 2025. Jumlah ini tumbuh 5,13% atau meningkat 3,27 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang 43,14% dari total penjualan listrik nasional.
Sementara itu, konsumsi listrik di sektor industri tumbuh sebesar 2,66% secara tahunan, dengan volume 1.165 gigawatt hour (GWh). Pertumbuhan ini didorong peningkatan permintaan listrik dari pelanggan industri menengah, khususnya di sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, serta industri karet dan plastik.

