Harga Emas Stabil di Tengah Drama The Fed dan Trump, Ini Faktanya
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas bertahan stabil pada Selasa (5/8/2025) karena penguatan dolar mengimbangi dukungan soal pemotongan suku bunga AS. Sementara para pelaku pasar menunggu pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang penunjukan pejabat Federal Reserve (The Fed) yang baru.
Harga emas naik 0,1% menjadi US$ 3.376,80 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 24 Juli pada Senin (4/8/2025). Harga emas berjangka AS juga naik 0,1% menjadi US$ 3.430.
Sementara dolar naik 0,2%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Baca Juga
Komisi XI DPR Dorong Bank Indonesia Perkuat Cadangan Emas Nasional
"Dolar yang lebih kuat menekan emas saat ini, tetapi ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada September tetap mendukung emas," kata analis pasar RJO Futures, Bob Haberkorn dikutip CNBC.
Pasar saat ini memperkirakan dua pemotongan suku bunga pada akhir tahun dimulai September, setelah data perekrutan Juni secara tak terduga lemah.
Emas digunakan sebagai tempat penyimpanan nilai aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, dan tumbuh dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak menghasilkan bunga.
Sementara itu, Trump mengatakan segera mengumumkan keputusan pengganti Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler, yang mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (1/8/2025) pekan lalu.
Data menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS Juni menyempit karena penurunan impor barang konsumen, bukti terbaru dampak kebijakan Trump pada perdagangan global dengan tarif besar-besaran pada barang impor.
Para investor kini menanti data pekerjaan AS Kamis (6/8/2025) untuk mendapatkan petunjuk suku bunga The Fed.
Harga perak naik 0,4% menjadi US$ 37,53 per ons, level tertinggi sejak 30 Juli.
Baca Juga
Harga Emas Naik Lagi, Ini Sentimen The Fed yang Bikin Investor Borong Logam Mulia
“Saat ini saya lebih optimistis terhadap perak daripada emas. Saya pikir perak bisa menembus di atas US$ 40. Jika itu terjadi, target selanjutnya kemungkinan besar di sekitar US$ 42,” kata Haberkorn.
Platinum turun 1,3% menjadi US$ 1.312,42 dan paladium turun 1,7% menjadi US$ 1.186,18. Penambang yang berbasis di Afrika Selatan Sibanye-Stillwater telah meminta Amerika Serikat mempertimbangkan penerapan tarif pada impor paladium Rusia untuk mendukung kelangsungan pasokan AS dalam jangka panjang.

