Produksi Setop di 2021, Suku Cadang Panther Masih Sumbang 30% Bisnis 'Aftersales' Isuzu
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Isuzu memastikan layanan purna jual kendaraan legendaris mereka, Panther, masih berjalan aktif dan terjamin ketersediaannya di seluruh Indonesia. Meski produksinya sudah dihentikan sejak 2021, suku cadang Panther nyatanya masih menyumbang sekitar 30% dari total bisnis aftersales Astra Isuzu.
“Panther tahun 90-an sampai 2000-an, kami masih punya spare part-nya. Kalau ada yang rusak, tinggal order, kami kirim ke seluruh Indonesia,” ujar Operation Support and Development Division Head Astra Isuzu, Heri Wasesa, saat diwawancarai di GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (25/7/2025).
Isuzu tak menampik bahwa citra kendaraan lawas tapi susah servis masih melekat di benak masyarakat. Namun kini, perusahaan mengklaim telah membangun sistem distribusi suku cadang yang solid, termasuk depo-depo kecil di cabang dan area sentra LCV, seperti untuk model mu-X dan D-Max.
“Populasinya masih sangat besar, jadi kami siapkan official store di Tokopedia agar pelanggan mudah menjangkau, bahkan dari daerah terpencil sekalipun,” tambahnya. Isuzu menyebut lini komersial tetap menjadi fokus utama, termasuk Panther pick up dan varian lama lainnya.
Baca Juga
Isuzu MU-X 4WD Diluncurkan di GIIAS 2025, Diklaim Tangguh untuk Medan Ekstrem Proyek Nasional
Untuk mendukung itu, Isuzu memastikan ketersediaan spare part fast moving seperti filter tetap terjaga baik di diler resmi maupun toko-toko lokal. Sedangkan body part yang lebih jarang, tetap tersedia melalui jaringan resmi maupun aftermarket yang tersebar luas.
“Kami juga lakukan rotasi spare part dan backup stock cukup dalam. Jadi layanan tetap terjamin meski unitnya sudah tua,” ujarnya.
Model lain seperti mu-X dan D-Max yang hadir di GIIAS 2025 juga disiapkan dengan dukungan layanan purna jual maksimal. Isuzu menekankan, kendaraan fleet dan proyek strategis nasional tetap menjadi prioritas, termasuk penyediaan suku cadang yang cepat dan andal.
“Semua unit kami, lama maupun baru, kami siapkan infrastrukturnya secara serius. Kami tak ingin ada pelanggan kesulitan hanya karena kendaraannya sudah berumur,” tegas Heri.
Dengan strategi tersebut, Isuzu berupaya menjaga kepercayaan pelanggan lama sambil membangun pasar baru di tengah tantangan industri otomotif nasional.

