Ekspansi Suku Cadang Mobil Listrik hingga Alat Kesehatan, Saham Astra Otoparts (AUTO) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id– PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) diprediksi menjadi unit bisnis PT Astra International Tbk (ASII) dengan tingkat pertumbuhan kinerja paling pesat hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, target kinerja keuangan tahun 2023 -2025 layak direvisi naik didukung ekspansi suku cadang kendaraan listrik, produksi alat-alat kesehatan, dan peningkatan eksposur suku cadang otomotif secondary market.
Trimegah Sekuritas dalam risetnya merevisi naik target laba bersih tahun ini dari Rp 1,56 triliun menjadi Rp 1,75 triliun. Begitu juga dengan estimasi laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 1,75 triliun menjadi Rp 1,86 triliun.
Trimegah Sekuritas memperkirakan gross profit margin (GPM) perseroan mencapai 16,1% tahun 2023 atau lebih tinggi dari asumsi semula 15,3%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih direvisi naik dari semula 7,9% menjadi 9,2%.
Baca Juga
Mobil Hybrid Topang Penguatan Market Cap Astra International (ASII)
“Kami semakin yakin bahwa tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan lebih tinggi dari perkiraan semula tahun 2023-2025. Hal ini terlihat dari tren pertumbuhan setiap kuartal didukung sejumlah inisiatif bisnis pengembangan pasar,” tulis analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Richardson Raymond dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Meskipun penjualan mobil nasional tahun 2024 cenderung tumbuh melambat dipicu tahun politik dan berlanjutnya ketidak pastian global, dia mengatakan, tidak akan berimbas besar terhadap tingkat pertumbuhan penjualan Astra Otopart (AUTO), karena kondisi ini telah diantisipasi dengan baik.
Bahkan, Astra Otopart (AUTO) diprediksi mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024 didukung peningkatan produktivitas dan inisiasi otomatisasi proses produksi manufaktur. Inisiasi ini bakal menciptakan tingkat margin keuntungan stabil ke depan.
Baca Juga
Astra Otoparts (AUTO) Ungkap Strategi Pengembangan Pasar Ekspor 2024
Outlook berlanjutnya pertumbuhan, ungkap Sitorus dan Raymond, datang dari ekspansi produk-produk suku cadang kendaraan, khususnya kendaraan listrik. “Kami memperkirakan pendapatan MFG perseroan meningkat mencapai 4% tahun 2024. Apalagi setelah perseroan berkomitmen untuk berpartisipasi penuh untuk mendukung transisi kendaraan listrik dengan memproduksi suku cadang kendaraan jenis ini,” terangnya.
Bukti komitmen yang kuat perseroan terhadap pengembangan kendaraan listrik, terang Trimegah Sekuritas, perseroan berhasil mendapatkan order produksi sejumlah suku cadangan kendaraan listrik bagi Wuling dan Hyundai. Perseroan juga memproduksi produk pengecasan kendaraan listrik Altro yang telah digunakan Toyota dan Lexus.
Dalam jangka panjang, terang dia, tak hanya ingin memproduksi suku cadang kendaran listrik, perseroan berencana mengembangkan bisnisnya untuk memproduksi sejumlah peralatan lainnya, termasuk peralatan kesehatan.
Baca Juga
Serap Capex Rp 35 Triliun, Astra International (ASII) Ungkap Penggunaannya
Terkait segmen perdagangan suku cadang otomotif, Sitorus dan Raymond mengatakan, ditujukan untuk merangsek pasar kendaraan otomotif bekas yang terus bertumbuh sejalan dengan peningkatan jumlah otomotif di Indonesia. “Penambahan populasi kendaraan di Indonesia akan berdampak langsung terhadap kenaikan permintaan produk-produk perawatan otomotif,” terangnya.
Perseroan telah meluncurkan produk baterai kendaraan Aspira untuk menggaet pasar kelas bawah. Perseroan juga terus menambah jaringan perawatan otomotif dengan target pembukaan 10 toko tahun 2024 dan sebanyak 12 toko tahun 2023. Perseroana juga terus mendorong pertumbuhan took Shop&Drive.
Perusahaan Patungan
Trimegah Sekuritas, Astra Otoparts (AUTO) telah membangun sejumlah perusahaan patungan dengan berbagai mitra yang sebagian besar dengan perusahaan manufaktur suku cadangan asal Jepang. Di antaranya Denso Corp, GS Yuasa Corp, Akebono Brake Industry, KYB Copr, dan Aisin Corp.
Baca Juga
IHSG Gapai Level Psikologis 7.000, Menguat 0,46% Sepekan Terakhir
“Mayoritas perusahaan patungan tersebut untuk memproduksi suku cadang mobil. Sedangkan secara kinerja terus menunjukkan kenaikan, sehingga berimbas terhadap peningkatan pendapatan perusahaan asosiasi perseroan,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AUTO dengan target harga direvisi naik dari Rp 4.350 menjadi Rp 4.600. Saat ini, saham AUTO ditransaksikan dengan perkiraan PE sekitar 7,2 kali dan 6,7 kali untuk tahun 2023 dan 2024 atau masih jauh di bawah perkiraan PE tahun 2024 sekitar 11,9 kali.
Proyeksi Kinerja Keuangan AUTO

