Ketum Apindo Perkirakan Pengusaha ‘Wait and See’ hingga Kuartal III-2024, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani memperkirakan para pengusaha bersikap wait and see (menunggu perkembangan) hingga kuartal III-2024. Mereka masih mercermati situasi politik, terutama yang berkaitan dengan hasil pemilihan presiden (pilpres).
“Kemungkinan besar wait and see ini bertahan hingga kuartal III-2024, tetapi intensitasnya kami harapkan turun signifikan dari waktu ke waktu. Tentu dengan catatan tidak ada pergolakan sosio-politik yang signifikan sampai akhir tahun akibat hasil pemilu,” ujar Shinta kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu malam (20/3/2024).
Shinta Kamdani optimistis hasil pemilu yang diumumkan Komisi Pemilihan Ujmum (KPU), Rabu (20/3/2024), akan menurunkan tingkat wait and see di kalangan pelaku bisnis atau persepsi ketidakpastian (uncertainty) terhadap iklim usaha dan investasi di Tanah Air.
Baca Juga
Ketum Apindo: Persepsi ’Smooth Leadership Transition’ Meningkat Setelah KPU Umumkan Hasil Pilpres
“Tapi kondisi wait and see ini belum akan hilang sepenuhnya karena pelaku pasar umumnya juga perlu melihat struktur kabinet dan prioritas agenda kerja presiden terpilih,” tutur dia.
Bagi para pengusaha, menurut Shinta, struktur kabinet dan agenda kerja presiden terpilih sama-sama penting untuk menimbang peluang atau risiko usaha. Juga untuk menumbuhkan kepercayaan berbisinis dan berinvestasi di Indonesia.
Shinta Kamdani mengakui, persepsi kepercayaan para pelaku bisnis terhadap transisi kepemimpinan yang mulus (smooth leadership transition) meningkat setelah KPU mengumumkan hasil pemilu. Soalnya, pemilu sudah berjalan tertib dan damai.
Selain itu, Shinta optimistis presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, akan melanjutkan kebijakan ekonomi yang telah dijalankan pemerintahan Jokowi.
“Pelaku usaha cukup optimistis akan ada continuity kebijakan ekonomi, khususnya menyangkut reformasi struktural yang sudah berjalan hingga saat ini,” tandas dia.
Tingginya kepercayaan para pelaku bisnis terhadap transisi kepemimpinan yang mulus, kata Shinta, akan menciptakan iklim bisnis yang sangat kondusif. “Kondisi ini sangat supportive untuk ekspansi kegiatan usaha,” tegas dia.
Ekonomi Lebih Optimal
Ketum Apindo menambahkan, jika kondisi ini dipertahankan dan kegiatan ekonomi produktif bisa terus distimulasi oleh pemerintah, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa lebih optimal.
Itu sebabnya, Shinta Kamdani berharap apa pun keputusan hasil pemilu nanti, baik digugat atau tidak ke meja hijau, semua prosesnya tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Dengan begitu, gangguan sosio-politik tetap minimal dan tidak menganggu potensi pertumbuhan ekonomi,” ucap Shinta.
Baca Juga
Hasil Pemilu 2024: PDIP Raih Suara Terbanyak, PSI dan PPP Gagal Masuk Senayan
Dalam pengumuman hasil pilpres, Rabu (20/3/2024), KPU menetapkan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sebagai pemenang Pilpres 2024. KPU menetapkan hal itu setelah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2024 tingkat nasional di 38 provinsi.
Berdasarkan hasil penghitungan KPU, Prabowo-Gibran menang di 36 provinsi. Sedangkan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) unggul di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Barat. Adapun capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tidak meraih kemenangan di satu provinsi pun.
Prabowo-Gibran meraih total 96.214.691 suara atau 58,83%, disusul Anies-Cak Imin dengan 40.971.906 suara (25,05%), diikuti Ganjar-Mahfud dengan 27.040.878 suara (16,53%).

