Tarif Impor ke Filipina Turun Jadi 19%, Mendag 'Pede' RI Tetap Bisa Bersaing di Pasar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meyakini produk Indonesia tetap bisa berdaya saing di pasar Amerika Serikat (AS) meskipun Filipina diterapkan tarif impor yang sama oleh Presiden AS Donald Trump, yakni 19%.
Padahal sebelumnya, Indonesia dikenakan tarif yang paling rendah di antara negara di Asia lainnya. Misalnya seperti Vietnam dikenakan tarif impor AS 20%, Kamboja 36%, Malaysia 25%, Thailand 36%, Laos 40% dan Korea Selatan dan Jepang 25%.
"Iya tapi kita tetap bisa bersaing," ucap Budi saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/7/2025).
Berdasarkan laporan Bloomberg, penurunan tarif antara Filipina dengan AS dari 20% menjadi 19% disepakati usai Presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan secara langsung dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Baca Juga
Indonesia Siap Impor Produk Pertanian AS Senilai US$ 4,5 Miliar Demi Tekan Tarif Impor 19%
“Filipina akan menjadi pasar terbuka bagi Amerika Serikat, dan tarif nol. Filipina akan membayar Tarif sebesar 19%. Selain itu, kita akan bekerja sama dalam bidang militer,” tulis Trump dalam keterangan resminya, Rabu (23/7/2025).
Presiden Donald Trump mengungkapkan, kesepakatan tersebut diputuskan sebagai wujud keterbukaan pasar dan kerja sama militer yang erat antara Filipina dengan AS. Kendati demikian, Presiden Trump tidak merincikan lebih detail terkait isi kesepakatan dagang yang dilakukan dengan Filipina.
Sedangkan terhadap Indonesia, AS telah lebih dulu menurunkan tarif impor dari 32% menjadi 19% pada 18 Juli 2025. Angka ini disepakati setelah Indonesia membuka kesepakatan perdagangan dengan mengimpor sejumlah produk dari AS untuk menyeimbangkan perdagangan yang sempat defisit.

