Erick Thohir Sebut Danantara Bayi Ajaib yang Siap Berlari
Erick Thohir Sebut Danantara Butuh Waktu untuk Berproses
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa butuh waktu bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk berproses. Maka dari itu, dia meminta semua pihak untuk bersabar menantikan dampak kehadiran Danantara.
Danantara yang jauh lebih besar dari Indonesia Investment Authority (INA), merupakan bayi ajaib yang siap berlari.
Erick menyampaikan, Danantara telah memiliki 22 program kerja prioritas yang dijalankan untuk 5 bulan ke depan atau hingga akhir 2025. Dia mengingatkan, tugas besar Danantara adalah memberikan penciptaan nilai (value creation) demi masa depan bangsa Indonesia.
Baca Juga
“Tetapi tentu yang kadang-kadang kita lupakan ini proses. Mohon catat pesannya adalah proses, karena tidak mungkin Danantara yang baru lahir harus langsung berlari,” kata Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai ketua umum PSSI itu membandingkan Danantara dengan INA, yang merupakan sovereign wealth fund (SWF) sebelumnya. Dia menyebut bahwa INA membutuhkan proses transisi selama 18 bulan.
“INA memerlukan waktu 18 bulan untuk transisi. Danantara yang jauh lebih besar dari INA, kalau bisa 6 bulan berlari ini luar biasa. Ini bayi ajaib. Saya berharap terjadi percepatan dan kita semua, baik dari Komisi VI atau kami kementerian, kita harus menjaga, mendukung Danantara,” ujarnya.
Baca Juga
Ungkap Pesan Prabowo, Erick Thohir: Danantara Tabungan Masa Depan Indonesia
Erick pun meyakini dengan profesionalitas yang telah dibuat Danantara, dia berharap dalam kurun waktu 5-6 bulan ke depan masyarakat sudah bisa melihat hasil dari kinerja Danantara. Terlebih, melaksanakan 22 program kerja hanya dalam kurun waktu setengah tahun dinilai bukan perkara mudah.
“Ini banyak sekali kerjaan, 22 (program kerja) itu bukan kerjaan mudah. Saya teringat ketika saya menjadi menteri BUMN dengan wamen-wamen saya itu 12 (program kerja) saja saya struggling waktu itu, salah satunya kereta cepat. Ini 22. Jadi kita perlu mendukung Danantara,” ucap Erick.

