'Flyover' Gelumbang Senilai Rp 93 Miliar Jadi Solusi Anti-Ngantri di Jalur Palembang–Prabumulih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun Flyover Gelumbang senilai Rp 93,3 miliar di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, guna memperlancar konektivitas jalan nasional Palembang–Prabumulih dan mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, flyover yang dibangun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan tersebut berada di KM 60 Jalan Lintas Palembang–Prabumulih yang menghubungkan wilayah batas Kabupaten Ogan Ilir/Kabupaten Muara Enim hingga batas Kota Prabumulih.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Rampungkan Proyek Flyover Bridge Connecting Shangri-La Hotel & Residences
Pembangunan flyover mulai terkontrak sejak 9 Desember 2024 dengan nilai anggaran Rp 93,3 miliar yang berasal dari surat berharga syariah negara (SBSN). "Progres konstruksi hingga pertengahan Juli 2025 telah mencapai 45,07% dan ditargetkan selesai pada Desember 2025," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (21/7/2025).
Flyover Gelumbang memiliki panjang total 700 meter dengan bentang utama 50 meter dan lebar jalur lalu lintas 17,20 meter. Struktur ini dirancang untuk menampung volume kendaraan besar serta dilengkapi dengan elemen ornamen yang mengusung seni dan budaya lokal.
Baca Juga
Kementerian PU dan PT PII Teken KPBU Proyek Flyover di Sumatera Barat
Dia menyampaikan, pembangunan flyover ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan berkendara serta mendukung mobilitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. "Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional," kata Dody.
Setelah rampung, lanjutnya, flyover ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan yang kerap terjadi akibat kereta api yang melintas setiap 15 menit. "Selain itu, keberadaan flyover diproyeksikan memperkuat aksesibilitas antar wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan," pungkas Dody.

