Presiden Prabowo Akan Percepat Pembibitan Cokelat untuk Ekspor
Poin Penting
|
SOLO, Investotrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia mempercepat peremajaan dan pembibitan cokelat agar dapat segera diekspor ke luar negeri, termasuk Belarusia. Harga komoditas coklat yang meningkat akibat cuaca buruk dan hama penyakit yang dialami sejumlah negara produsen menjadi pertimbangan percepatan pembibitan.
Perihal pentingnya percepatan pembibitan coklat di dalam negeri merupakan salah satu tema pembicaraannya saat mengunjungi Presiden ke-7 Joko Widodo di kediamannya di Surakarta, Minggu (20/7/2025).
"Saya juga mampir di Belarusia, mereka punya potash, mereka butuh karet kita. Mereka butuh banyak komoditas kita, dan ternyata harga cokelat dunia lagi sangat tinggi, dan banyak (yang) berharap cokelat dari kita," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di pelataran kediaman pribadi Jokowi.
Baca Juga
Kunjungi Jokowi, Prabowo Cerita Keberhasilannya Tuntaskan I-EU CEPA
"Kita juga harus segera pembibitan baru, peremajaan baru. Ini kita sudah akan lakukan, karena ternyata harga cokelat naiknya sangat signifikan di dunia, karena rupanya di Amerika Latin dan di Afrika mungkin ada wabah ya, wabah yang merusak banyak pohon-pohon cokelat di Amerika Latin dan di Afrika. Saya kira itu yang saya ceritakan (kepada Bapak Jokowi, red.)," sambung Prabowo.
Seperti diberitakan, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko dalam rangkaian lawatan luar negerinya Selasa (15/7). Belarusia merupakan negara terakhir yang menjadi tujuan Prabowo dalam rangkaian kunjungan luar negerinya itu setelah Presiden RI melawat ke Arab Saudi, Inggris, Brazil, dan Prancis.
Di kediaman Lukashenko, Presiden Prabowo pun berbincang-bincang selama 3 jam dengan orang nomor wahid di Belarusia itu. Presiden Prabowo pun menjadi pemimpin negara kedua yang diterima oleh Lukashenko di kediamannya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin, terutama setelah kediamannya itu direstorasi.
Dalam pertemuannya dengan Lukashenko, Presiden Prabowo berbincang-bincang membahas isu-isu strategis bilateral Indonesia dan Belarusia, termasuk peluang kerja sama Indonesia mendapatkan bahan baku pupuk dari Belarusia. Presiden Prabowo juga memanfaatkan pertemuan itu untuk mengundang Lukashenko untuk berkunjung ke Indonesia, demikian seperti dikutip dari Antara.

