Temukan Penyimpangan Pembibitan Kelapa di Manado, Mentan Amran Minta Polri Turun Tangan
Poin Penting
|
MANADO, Investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan ketidaksesuaian serius dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam peninjauan langsung tersebut, Mentan menemukan sejumlah persoalan mendasar yang meliputi kualitas bibit yang tidak layak hingga perbedaan data yang signifikan antara laporan administratif dengan kondisi riil di lapangan. Amran menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan terhadap setiap penyimpangan agar program nasional ini berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan pertama yang disoroti adalah kualitas benih yang tidak memenuhi standar operasional.
"Ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari bibitnya saja. Benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti," tegas Amran saat melihat kondisi fisik tanaman di kebun bibit tersebut, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Selain kualitas, terdapat selisih jumlah bibit yang sangat mencolok, di mana laporan administratif mencatat sebanyak 48 ribu bibit, namun fakta di lapangan hanya menunjukkan sekitar 17 ribu bibit saja. Atas temuan ini, Mentan meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan secara terbuka.
Mentan Amran menegaskan bahwa langkah perbaikan harus dilakukan secara transparan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjauhi praktik pencitraan.
"Kami minta kepada reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri. Apa adanya. Apa yang terjadi di lapangan kita perbaiki," ujarnya.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pegawai kementerian maupun mitra kerja bahwa dirinya tidak akan segan untuk memecat siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan anggaran atau prosedur, tanpa melalui tahapan mutasi maupun peringatan.
Baca Juga
Tembus China hingga Perancis, Produk Kelapa dan Lada Sumsel Resmi Diekspor
Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang mencakup penanaman kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, hingga mete di atas lahan seluas kurang lebih 870 ribu hektare di seluruh Indonesia. Dengan alokasi anggaran mencapai Rp9,95 triliun, pemerintah fokus menyediakan bibit unggul secara gratis bagi rakyat.
Skala besar program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 3 juta orang.
Dalam kesempatan yang sama, Amran menjelaskan bahwa sidak tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan semata, melainkan untuk membenarkan hal yang salah demi kepentingan rakyat.
Keberhasilan agenda besar ini menurut Mentan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Sebagai bentuk dukungan terhadap daerah,
Mentan juga langsung menyetujui permintaan penambahan bantuan benih jagung seluas 15 ribu hektare untuk petani di Sulawesi Utara. Ia mengingatkan kepada seluruh mitra usaha agar bekerja secara profesional dan menjauhi praktik pemberian imbalan yang ilegal. "Tolong bekerja dengan benar. Tidak ada setor fee (imbalan). Kalau aku dapatkan, Anda saya blacklist dan Anda saya pidanakan, termasuk pegawai saya," tegasnya.

