Mendag Minta Tambahan Anggaran Rp 886,64 Miliar, Totalnya Jadi Rp 1,99 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta tambahan anggaran sebesar Rp 886,64 miliar. Usulan tersebut disampaikan saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR yang membahas memgenai anggaran Kementerian Perdagangan Tahun 2026.
Mendag Budi menjelaskan, anggaran tersebut diutamakan untuk penguatan program prioritas Kemendag, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA) Ekspor.
“Kemendag optimistis, dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang tepat, target kinerja perdagangan nasional 2026 akan tercapai dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mendag Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/7/2025).
Mendag Budisan merinci, usulan tambahan anggaran sebesar Rp 886,64 miliar akan dialokasikan untuk belanja operasional sebesar Rp 272,59 miliar dan belanja nonoperasional sebesar Rp 614,06 miliar. Ia pun menyebut, usulan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Kemendag.
"Melalui usulan tambahan anggaran ini, kami yakin dapat meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional, sehingga dapat mewujudkan pencapaian target kinerja perdagangan nasional dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambah Mendag.
Dalam rapat tersebut, Komisi VI DPR RI menerima dan mendukung usulan tambahan anggaran Kemendag tahun 2026 sebesar Rp 886,64 miliar sehingga total anggarannya menjadi Rp 1,99 triliun.
"Tambahan anggaran tersebut akan kami pergunakan untuk mengakomodasi belanja operasional dan belanja nonoperasional dalam menunjang tugas pokok dan fungsi Kemendag,” ungkapnya.

