Investasi Rp 649 Miliar, Industri Tekstil Perkuat Daya Saing Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik realisasi investasi PT Xinhai Knitting Indonesia dan mitranya, H&M, di Indonesia. Total nilai investasi yang digelontorkan mencapai lebih dari US$ 40 juta atau sekitar Rp 649 miliar. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Investasi tersebut mencakup pembangunan pabrik modern seluas 8 hektare di Brebes, Jawa Tengah, yang ditargetkan menyerap hingga 8.000 tenaga kerja. Proyek pembangunan ini dijadwalkan rampung pada pertengahan 2026 dan akan menjadi bagian penting dari rantai pasok global merek fesyen internasional H&M.
Baca Juga
Gawat, 1,2 Juta Pekerja Terancam PHK, Terbanyak Industri TPT
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan bahwa kehadiran PT Xinhai Knitting Indonesia menandakan kepercayaan global terhadap iklim investasi Indonesia dan mendukung transformasi sektor industri ke arah yang lebih berkelanjutan.
“Sektor TPT merupakan salah satu sektor prioritas dalam pembangunan industri nasional. Kehadiran investor global menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujar Faisol dalam keterangan resmi, Senin (14/7/2025).
Selama Triwulan I-2025, industri TPT mencatat pertumbuhan sebesar 4,64%. Dari sisi ekspor, periode Januari–April 2025 mencatat nilai ekspor mencapai US$ 3,38 miliar, naik 3,57% dibanding tahun sebelumnya. Saat ini, sektor TPT menyerap lebih dari 3,76 juta tenaga kerja, mencerminkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga
Serap Investasi Rp 6 T, RI Jadi Pusat Komputasi Mutakhir AI dan Teknologi Kuantum di Asia
Dalam mendukung investasi berkelanjutan, Kemenperin telah menyiapkan lima kebijakan strategis: penggunaan bahan baku ramah lingkungan, efisiensi energi dan air, penguatan ekonomi sirkular, pemberian insentif industri hijau, serta proyek percontohan daur ulang tekstil pasca-konsumsi.
“Kehadiran investor besar seperti Xinhai dan H&M sangat sejalan dengan visi nasional untuk membangun industri yang inklusif, hijau, dan berdaya saing global,” tegas Faisol.

