Bagikan

Net Sell Melanda Rp 649,30 Miliar, Pemodal Asing Lepas BBCA hingga INET

JAKARTA, investortrust.id –  Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net buy) senilai Rp 649,30 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/11/2025), sebanyak 24,72 poin (0,29%) menjadi 8.366. Rentang pergerakan 8.338-8.443 dengan nilai transaksi Rp 25,96 triliun.

Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 389,31 miliar, PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) Rp 152,52 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 140,01 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 137,90 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 75,40 miliar.

Baca Juga

Penjualan Mobil Astra (ASII) Naik 4% di Oktober 2025

Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 493,40 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 122,50 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 98,19 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 64,82 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BRMS) Rp 37,89 miliar.

Penurunan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, khususnya seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, BRPT, CUAN, hingga CDIA. Sedangkan sektor saham penekan indeks, yaitu saham sektor keuangan, konsumer non primer, material dasar, dan teknologi. Sisanya justru catatkan kenaikan.

Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga  auto reject atas (ARA), yaitu DART naik 34,97% menjadi Rp 220 dan KOBX melesat 34,44% menjadi Rp 242. ARA juga melanda MORA menguat 25% menjadi Rp 3.250, PJHB menguat 25% menjadi Rp 800, UANG naik 24,72% menjadi Rp 3.380, dan FPNI naik 24,27% menjadi Rp 640. Meski tak ARA, saham BUMI melesat 32% menjadi Rp 198.

Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah tipis sebanyak 3,35 poin (0,04%) menjadi 8.391,24, meski demikian  pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 415,82 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BREN senilai Rp 310,50 miliar, MORA Rp 297,89 miliar, dan DEWA Rp 92,48 miliar.

Baca Juga

Elnusa (ELSA) dan PIEP Perkuat Diplomasi Energi Indonesia di Pasar Afrika dan Mediterania

Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas sektor saham yang justru menguat, seperti sektor industri naik 3%, sektor material dasar menguat 1,19%, sektor properti naik 2,55%, sektor teknologi menguat 3,87%, dan sektor infrastruktur menguat 1,29%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,74%.

Meski indeks melemah tipis, enam saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham URBN menguat 34,78% menjadi Rp 186, BLUE naik 25% menjadi Rp 3.250, INET melesat 25% menjadi Rp 400, UANG naik 24,88% menjadi Rp 2.710, GLVA menguat 24,86% menjadi Rp 462, dan PJHB menguat 24,27% menjadi Rp 640.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024