Panen Tebu Bareng Mentan Amran dan Titiek Soharto, Gibran Sebut RI Swasembada Gula Tahun 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengikuti agenda panen tebu dan Rembuk Tani yang digelar oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) di Kabupaten, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bersama Gibran, turut hadir Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto.
Gibran menyampaikan komitmen penuh pemerintah dalam mencapai produktivitas petani tebu nasional guna mencapai swasembada gula. Pemerintah, kata dia, menargetkan swasembada gula untuk sektor konsumsi dapat tercapai pada 2027 atau paling lambat tahun 2028.
Untuk mengejar target tersebut, ia mengatakan pemerintah siap membantu petani mencari solusi atas berbagai tantangan pertanian, mulai dari bibit, ketersediaan air hingga pupuk.
“Jadi perintah dari Pak Presiden sudah jelas, kita kawal bersama-sama. Insya Allah tahun depan swasembada gula konsumsi. Tahun 2027, paling lambat 2028 kita benar-benar swasembada gula,” katanya di Sleman, DIY, Selasa (8/7/2025) dikutip dari siaran pers.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wapres Gibran beserta jajaran pemerintah dalam acara Rembuk Tani yangdiselenggarakan oleh Pupuk Indonesia.
Rahmad menyampaikan Rembuk Tani merupakan program Pupuk Indonesia untuk membangun ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan sektor pertanian sekaligus merumuskansolusi bersama.
Rahmad menambahkan dalam enam bulan terakhir, Pupuk Indonesia telah melaksanakan 92 kali Rembuk Tani di berbagai daerah di Indonesia.
“Rembuk Tani ini sebetulnya terinspirasi dari teladan-teladan yang diberikan para petinggi Republik Indonesia yang sangat dekat dengan petaninya, sangat mendukung para petani,” ujar Rahmad.
Baca Juga
Gibran Dorong Petani Lokal Pakai Drone untuk Capai Swasembada Gula
Selain itu, Rahmad juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyederhanakanaturan mengenai pupuk subsidi, yakni melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Dia mengatakan dengan berbagai penyederhanaan tersebut realisasi penyaluran pupuk subsidi pada pertengahan tahun ini telah mencapai 3,9 juta ton, tertinggiselama 3 tahun terakhir.
“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Republik Indonesia yang telah menyederhanakan aturan pupuk,” kata dia.
Selain Wapres, Mentan Andi Amran Sulaiman dan Titiek Soeharto, acara panen raya dan Rembuk Tani itu juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X serta diikuti oleh 250 petani tebu.
Dalam acara tersebut, Wapres bersama pemangku kepentingan yang hadir dan petani melakukan panen raya tebu di lahan seluas 4 hektare. Total panen di lahan tersebut diperkirakan mencapai 280 ton tebu. Acara juga diisi dengan sesi dialog antara Wapres dan para petani untuk menyerap aspirasi langsung dari lapangan, sekaligus mendiskusikan tantangan dan kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas tebu dan ketahanan pangan nasional.
Wapres secara simbolis juga menyerahkan bantuan pupuk nonsubsidi kepada petani sebanyak 10 ton. Sementara itu, Pupuk Indonesia menggelar demo penggunaan teknologi pertanian, yakni drone agriculture yang dapat membantu petani melakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, serta pemantauan kondisi lahan secara lebih efisien dan presisi.

