Wamenkop: Koperasi Merah Putih Siap Hadir di 80 Ribu Desa dengan Pengawasan Ketat
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah tengah menyiapkan peluncuran program besar bertajuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan hadir di lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini akan mulai dioperasikan secara bertahap mulai Oktober 2025 dan digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan bahwa agenda pembentukan koperasi Merah Putih menjadi salah satu fokus pembahasan internal kementeriannya dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini.
“Ini menyangkut tentang pembentukan koperasi desa kelurahan Merah Putih, dan kemudian kita akan membicarakan tentang format penyelenggaraan Hari Koperasi, dan kegiatan persiapan operasionalisasi dari koperasi desa kelurahan Merah Putih di 80 ribu desa ini,” ujar Ferry saat ditemui investortrust.id di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
80.015 Koperasi Merah Putih Terbentuk, Satgas Siap Kawal hingga Operasional
Kata Ferry, program ini diyakini akan membuka akses usaha dan pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat desa. Namun ia juga menegaskan adanya pengawasan yang ketat saat ditanya soal penyimpangan yang pernah terjadi di koperasi-koperasi bermasalah sebelumnya.
“Koperasi desa kelurahan Merah Putih ini nanti kita akan awasi secara ketat, makanya dimatangkan konsepnya untuk menghindari, dan mitigasi risikonya juga udah kita persiapkan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, upaya mitigasi risiko dan pengawasan akan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif lintas lembaga. Kemenkop telah menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal pengawasan dan pendampingan program.
“Iya, kemarin kita dengan Kejaksaan Agung dan KPK segala macam gitu,” kata Ferry singkat.
Baca Juga
Selain pengawasan, pemerintah juga berupaya memastikan koperasi Merah Putih didesain agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa, termasuk dalam akses terhadap teknologi dan pendampingan usaha produktif. Konsep koperasi ini akan dirancang fleksibel namun tetap berbasis pada tata kelola yang akuntabel dan transparan.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan menjadi model baru koperasi modern di tingkat akar rumput yang mampu memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

