Kemenkomdigi Kumpulkan Data Pelatihan Digital, Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah menyiapkan sistem pengumpulan data pelatihan digital nasional guna memantau pertumbuhan jumlah talenta digital di Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap talenta atau tenaga kerja yang kompeten di bidang teknologi.
"Nanti kami adakan yang kami sebut sebagai data collecting-nya. Biasanya setiap bulan nanti mereka (perusahaan dan organisasi pelatihan) masukkan data," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Upaya ini, menurut Boni, juga akan diikuti pelibatan perusahaan teknologi global. “Tapi ini sedang proses, dalam waktu dekat mudah-mudahan kami akan mengundang perusahaan teknologi global,” kata dia.
Baca Juga
'Warning' Wamenkomdigi! Indonesia Kekurangan 75% Talenta Digital, Ini Solusinya
Bonifasius menjelaskan, Kemenkomdigi akan berperan sebagai pusat penghubung (hub) antara pelaksana pelatihan dan penerima manfaat. “Komdigi itu sebagai hub-nya untuk menerima berbagai bantuan terkait pelatihan-pelatihan digital di tiga sektor, yakni komunikasi, telekomunikasi, dan information technology (IT),” tutur dia.
Kemenkomdigi tengah menggandeng sejumlah mitra internasional untuk menyelenggarakan pelatihan, termasuk Microsoft, Google, Meta, Huawei, ZTE, Yandex, serta lembaga multilateral seperti PBB, KOICA (Korea International Cooperation Agency), dan JICA (Japan International Cooperation Agency). “Tidak hanya pada korporasi bisnis global, kami juga bekerja sama dengan organisasi internasional,” tegas Boni.
Berdasarkan Data Kemenkomdigi, jumlah talenta digital di Indonesia pada 2023 tercatat 6.064.085 orang, jauh di bawah kebutuhan sebanyak 10.513.361 orang. Artinya, terdapat kekurangan sebanyak 4.449.276 talenta.
Baca Juga
Dear Gen Z, Ada 6 Sektor Prioritas Pengembangan Talenta Digital Nasional
Kesenjangan tersebut diperkirakan masih terjadi hingga 2030, meski pemerintah optimistis bisa memperkecil selisihnya. Jumlah talenta digital yang tersedia pada 2030 diproyeksikan mencapai 9.343.849 orang, sedangkan kebutuhannya diprediksi 12.092.110 orang. Dengan begitu, gap dapat ditekan menjadi 2.748.261.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor dan pemetaan data yang lebih baik dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan talenta digital nasional dan menjawab tantangan era transformasi teknologi yang kian pesat,” ujar Boni.
