Wamendag: 296 UMKM Jajaki Bisnis Luar Negeri, Potensi Transaksi Rp 1,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggulirkan program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor. Melalui program ini, terdapat 296 temu bisnis (business matching) ekspor UMKM periode Januari-Mei 2025 dengan potensi transaksi Rp 1,1 triliun.
“Program UMKM BISA Ekspor bertujuan memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di level global. Jadi, selama ini kami sudah memfasilitasi, khususnya dari Januari hingga Mei 2025, sekitar 296 business matching activities,” ucap Roro pada acara Peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 oleh CSIS, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
Ini Komoditas yang Berpotensi untuk Diekspor ke Eropa Saat IEU-CEPA Terealisasi
Dyah Roro Esti menegaskan, peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sungguh vital. Pasalnya, UMKM berkontribusi sebesar 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Wamendag Roro menjelaskan, business matching Januari-Mei 2025 berhasil mencatatkan total transaksi US$ 68,65 juta atau setara dengan Rp 1,1 triliun. Nilai tersebut tumbuh 19,16% dibandingkan Januari-April 2025 dengan total transaksi US$ 57,61 juta.
Total capaian business matching UMKM periode Mei 2025 tersebut, kata dia, menghasilkan potensi transaksi senilai US$ 11,05 juta, terdiri atas purchase order (PO) US$ 10,65 juta dan potensi transaksi US$ 400 ribu.
“Harapannya tentu untuk strengthen kapasitas UMKM serta industri kecil dan menengah (IKM) kita agar bisa tembus ke pasar internasional. Semua itu tidak lepas dari standardisasi, lalu standar desainnya juga harus sesuai permintaan global,” papar Wamendag.
Roro mengemukakan, pada Mei 2025 terlaksana 50 kegiatan business matching dengan rincian 32 sesi pitching dan 18 pertemuan dengan buyer. Sebanyak 119 UMKM turut berpartisipasi, antara lain produk fesyen, kerajinan, dekorasi rumah (home decor), produk perikanan, kopi, kertas, serta makanan dan minuman olahan lainnya.
Baca Juga
BI Catat Devisa Ekspor SDA Sukses Kumpulkan Rp 373 Triliun dalam 2 Bulan
Secara umum, menurut Wamendag, ekspor nonmigas pada Januari-April 2025 mencapai US$ 82,55 miliar, naik 7,68% dibanding periode sama tahun sebelumnya (yoy). Produk ekspor nonmigas utama di antaranya batu bara (HS 27) senilai US$ 10,51 miliar dengan pangsa 12,74%, lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 9,94 miliar (12,05%), serta besi dan baja US$ 8,81 miliar (10,67%).
Negara tujuan ekspor utama adalah Tiongkok US$ 18,87 miliar dengan pangsa 22,86%, diikuti Amerika Serikat (AS) US$ 9,38 miliar (11,36%), dan India US$ 5,59 miliar (6,77%).
