Dear Gen Z, Ada 6 Sektor Prioritas Pengembangan Talenta Digital Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menetapkan enam sektor strategis sebagai prioritas pengembangan talenta digital nasional. Sektor-sektor ini dinilai paling membutuhkan intervensi SDM digital seiring percepatan transformasi teknologi di berbagai lini industri.
“Sektor yang terkait dengan pertanian, peternakan, perikanan gitu ya, kesehatan, edukasi, logistik, pariwisata, keuangan, dan fintech. Itu area-area yang membutuhkan intervensi (lebih banyak),” ungkap Kepala BPSDM Kemenkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Langkah ini sejalan dengan peta kebutuhan tenaga kerja digital nasional yang semakin besar. Selain sektor berbasis teknologi tinggi, Kemenkomdigi juga menyoroti kebutuhan digitalisasi di sektor tradisional yang selama ini belum optimal tersentuh teknologi.
“Apalagi sekarang, pertanian itu dibutuhkan untuk segala macam. Logistik, nggak mungkin kita bisa memenuhi kebutuhan hanya dari local resource. Ini harus ada supply dari mungkin lokasi yang berbeda, provinsi sebelah dan lain sebagainya,” jelas Boni.
Salah satu fokus utama adalah sektor logistik yang disebut memiliki dampak besar terhadap efisiensi ekonomi nasional. Pemerintah mendorong pelibatan talenta digital dalam mengembangkan teknologi pelacakan, manajemen rantai pasok, dan platform logistik digital.
“Logistik sangat penting. Kalau logistik ini bisa diefisienkan, maka dampak yang sangat besar terhadap ekonomi kita,” tambahnya alumni KAIST University itu.
Baca Juga
Kebutuhan Talenta Digital Indonesia Melonjak Jadi 12 Juta hingga 2030
Lebih lanjut, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian khusus, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung layanan yang inklusif dan merata, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Kemenkomdigi sendiri terus menggencarkan pelatihan dan program sertifikasi digital melalui Digital Talent Scholarship (DTS) serta kerja sama dengan perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, dan Meta. Program-program tersebut diharapkan dapat mencetak talenta digital lokal bisa terserap langsung ke dalam sektor-sektor prioritas tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Indonesia diprediksi harus mencetak 12 juta talenta digital di tahun 2030. Angka tersebut naik dari target awal 9 juta orang.
Boni menyatakan, kebutuhan produksi SDM digital harus terus dikebut. Pasalnya hal ini untuk menyiapkan SDM nasional yang mampu memenuhi permintaan industri dan kebutuhan pasar.
Baca Juga

