Tekan Impor Alat Kesehatan, Ventilator Pertama Buatan Indonesia Savina 300 ID Diluncurkan
BEKASI, investortrust.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong kerja sama dengan multipihak agar dapat memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan, dan mempercepat akses terhadap teknologi medis yang aman, inovatif dan berkualitas.
Inovasi tersebut dilakukan oleh PT PHC Indonesia yang bekerja sama dengan Drager Indonesia. Kedua perusahaan tersebut memproduksi ventilator atau alat bantu pernapasan buatan Indonesia pertama yang bernama Savina 300 ID.
Direktur Jenderal Kefarmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia menyebutkan peluncuran ventilator yang diproduksi di dalam negeri ini sebagai salah satu upaya mendorong perluasan akses layanan kesehatan di Indonesia.
“Dengan demikian, kita bisa mencapai kemandirian alkes yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ucap Lucia pada acara peluncuran ventilator Savina 300 ID di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
RI Masih Jauh dari Kemandirian Sektor Kesehatan, Produk Asing Masih Mendominasi
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan, industri alat kesehatan memegang peran vital di Indonesia, tidak hanya sebagai penopang ketahanan sistem kesehatan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari sektor industri mesin.
Dalam data yang dipaparkan, produk ventilator saat ini masih masuk ke dalam 10 besar alat kesehatan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri. Nilai impor ventilator pada tahun 2024 mencapai US$ 68,4 juta, dan naik 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kebutuhan alat kesehatan di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan penduduk, dinamika epidemiologi, serta ekspansi fasilitas layanan kesehatan,” terang Wamenperin Faisol.

