Nutanix Fokus Perluas Pasar Indonesia, Targetkan Pertumbuhan Double Digit hingga 2025
JAKARTA, investortrust.id - Nutanix memproyeksikan pertumbuhan bisnis yang stabil dengan target kenaikan dua digit hingga akhir 2025. Melalui strategi peningkatan kemitraan dan investasi SDM, perusahaan teknologi berbasis cloud ini optimistis memperkuat eksistensinya di tengah tantangan ekonomi dan minimnya belanja pemerintah.
"Market Indonesia sangat menjanjikan. Dari kuartal ke kuartal, pertumbuhan kami konsisten double digit, meskipun tidak besar-besaran. Tapi cukup kuat untuk membuktikan potensi pasar di sini," ungkap Country Manager Nutanix untuk Indonesia, Robert Kayatoe, dalam wawancara dengan investortrust.id, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (19/6/2025)
Menurut Robert, dukungan dari manajemen global juga terlihat dari sejumlah keputusan strategis, seperti penambahan jumlah karyawan, investasi dalam kegiatan pemasaran, hingga penyelenggaraan berbagai event lokal. Perusahaan asal AS itu juga semakin memperkuat kolaborasi dengan mitra bisnis untuk memperluas cakupan pasar tanpa harus melakukan ekspansi besar-besaran di sisi internal.
“Kita fokus gedein bisnis partner supaya tetap sustain. Jadi, kita bisa cover market lebih luas dengan efisien,” tambah Robert.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Nutanix saat ini adalah kesenjangan talenta digital, terutama di tingkat end-user. Menurut Robert, kebutuhan akan tenaga terampil sangat tinggi, namun suplai dari institusi pendidikan belum sebanding.
“Kebutuhannya besar sekali, tapi yang tersedia dari kampus dan lembaga pelatihan masih terbatas. Tapi saya optimis, karena tren teknologi makin terlihat, universitas pun mulai menyiapkan kurikulumnya,” katanya.
Di tengah iklim ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan belanja pemerintah yang lesu pada 2025, perusahaan kini mengalihkan fokus ke sektor swasta. Meski kontribusi sektor pemerintah sebelumnya cukup signifikan, Nutanix menyadari perlunya menjaga keseimbangan agar tetap tumbuh.
“Market government kita bagus, tapi memang sekarang spending-nya berat. Untungnya kita bisa balance ke sektor swasta yang masih aktif. Kalau pemerintah kembali spending, pertumbuhan kita bisa lebih cepat lagi,” tutup Robert.
Dengan strategi agresif namun adaptif, Nutanix tetap menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar kunci di kawasan Asia Tenggara. Kombinasi antara ekspansi SDM, penguatan partner, dan pemanfaatan peluang di sektor swasta disebut menjadi kunci utama pertumbuhan perusahaan ke depan.
“Kebutuhannya besar sekali, tapi yang tersedia dari kampus dan lembaga pelatihan masih terbatas. Tapi saya optimis, karena tren teknologi makin terlihat, universitas pun mulai menyiapkan kurikulumnya,” katanya.
Di tengah iklim ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan belanja pemerintah yang lesu pada 2025, perusahaan kini mengalihkan fokus ke sektor swasta. Meski kontribusi sektor pemerintah sebelumnya cukup signifikan, Nutanix menyadari perlunya menjaga keseimbangan agar tetap tumbuh.
“Market government kita bagus, tapi memang sekarang spending-nya berat. Untungnya kita bisa balance ke sektor swasta yang masih aktif. Kalau pemerintah kembali spending, pertumbuhan kita bisa lebih cepat lagi,” tutup Robert.
Dengan strategi agresif namun adaptif, Nutanix tetap menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar kunci di kawasan Asia Tenggara. Kombinasi antara ekspansi SDM, penguatan partner, dan pemanfaatan peluang di sektor swasta disebut menjadi kunci utama pertumbuhan perusahaan ke depan.

