Divisi 'Sales' Jadi Korban Utama, Microsoft Siapkan PHK Massal Demi Ekspansi AI Rp 1.312 T
WASHINGTON, investortrust.id - Raksasa teknologi Microsoft dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar, terutama di divisi penjualan. Langkah ini menjadi bagian strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan di tengah ekspansi masif investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) senilai US$ 80 miliar (Rp 1.312 triliun).
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/6/2024), PHK ini diperkirakan akan diumumkan pada awal Juli 2025, atau setelah Microsoft menutup tahun fiskal Juni. Meski divisi sales disebut paling terdampak, sumber menyebut bahwa pemangkasan tidak terbatas pada satu unit. Selain itu, jadwal pelaksanaan PHK masih bisa berubah.
Microsoft menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Namun, kabar tersebut bukan gelombang PHK pertama tahun ini. Pada Mei 2025 lalu, perusahaan sudah memangkas 6.000 karyawan di seluruh dunia.
Baca Juga
Microsoft Siap 'Putus' dengan OpenAI, Ketegangan Soal Saham Makin Tajam
Langkah efisiensi ini terjadi saat Microsoft mempercepat investasi besar dalam pengembangan AI generatif dan infrastruktur pendukungnya. Tahun fiskal ini, Microsoft telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 80 miliar, mayoritas untuk ekspansi pusat data yang akan menopang layanan AI yang semakin padat beban.
Ekspansi ini dimaksudkan merespons permintaan pasar yang melonjak, seiring berbagai industri berlomba mengintegrasikan AI ke dalam produk dan layanan mereka. Microsoft sendiri telah bermitra dengan OpenAI dan mengintegrasikan teknologi GPT ke dalam produk, seperti Microsoft 365 Copilot dan Azure AI.
"Microsoft sedang menata ulang strukturnya agar tetap lincah dalam menyongsong era AI," ujar seorang analis teknologi dari firma riset pasar Wedbush, yang enggan disebutkan namanya.
"Mereka tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi memperbesar kapasitas untuk menampung lonjakan permintaan AI global." jelasnya.
Baca Juga
Microsoft bukan satu-satunya pemain besar yang mengambil langkah serupa. CEO Amazon Andy Jassy menyatakan bahwa adopsi AI generatif dan agen AI akan berujung pada penurunan jumlah karyawan korporat secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Pada Juni 2024, Microsoft memiliki 228.000 karyawan secara global. Dengan tren efisiensi ini, perusahaan tengah menyiapkan organisasi lebih ramping tetapi berkapasitas besar untuk menguasai lanskap teknologi masa depan.
Meski kabar PHK menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja teknologi, investor tetap optimistis terhadap strategi Microsoft dalam jangka panjang. Fokus pada AI dan infrastruktur pendukungnya diprediksi menjaga posisi dominan Microsoft di pasar global, di tengah transisi industri menuju otomatisasi cerdas.

