Siap-Siap! Meta Mulai Tampilkan Iklan di WhatsApp
CALIFORNIA, investortrust.id - Setelah 11 tahun diakuisisi seharga US$ 19 miliar (sekitar Rp310 triliun), Meta akhirnya resmi menampilkan iklan di WhatsApp. Ini menjadi perubahan besar untuk aplikasi pesan yang sejak awal menolak kehadiran iklan.
Meta mengumumkan bahwa pelaku bisnis kini dapat menampilkan status ads di tab “Updates” WhatsApp. Iklan ini akan mendorong pengguna berinteraksi langsung dengan bisnis melalui fitur pesan aplikasi tersebut.
Langkah ini sejalan dengan ambisi CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang ingin menjadikan WhatsApp sebagai pilar berikutnya dalam strategi bisnis Meta.
Baca Juga
Meta Dikabarkan Bakal Gelontorkan Lebih dari US$ 10 Miliar ke Scale AI
“Pesan bisnis dengan konsumen harus menjadi pilar bisnis selanjutnya,” ujar Zuckerberg kepada analis April lalu.
Selain status ads, Meta juga akan memonetisasi fitur Channels di WhatsApp melalui iklan pencarian dan langganan berbayar. Pengguna kini dapat membayar akses ke konten eksklusif dari Channel favorit mereka.
Namun demikian, perusahaan memastikan bahwa Iklan tidak akan muncul di ruang percakapan pribadi, melainkan hanya di tab Updates. Meta mengatakan ini dilakukan agar promosi tidak mengganggu pengalaman personal pengguna.
Dalam laman perusahaan, Selasa (17/6/2025), Head of Product untuk Business Messaging Meta, Nikila Srinivasan, menegaskan bahwa data yang digunakan untuk menampilkan iklan bersifat terbatas. Data itu termasuk negara, kota, bahasa, perangkat, dan interaksi pengguna dengan iklan.
Baca Juga
Rapper Eminem Tuntut Meta Rp 1,77 Triliun gara-gara Dugaan Distribusi Lagu Tanpa Izin
WhatsApp saat ini memiliki lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan. Potensi pasar inilah yang menjadi alasan utama Meta menggenjot monetisasi platform ini.
Sebelumnya, Meta sudah mengizinkan iklan click-to-message di Facebook dan Instagram yang mengarahkan pengguna ke WhatsApp. Kini, jenis iklan serupa bisa langsung berjalan dalam aplikasi WhatsApp sendiri.
Sekadar informasi, sejak Meta mengakuisisi WhatsApp pada 2014, aplikasi ini terus berkembang tanpa menampilkan iklan, berbeda dengan Facebook, Instagram, dan Threads. Kini prinsip itu pun berubah.
Baca Juga
Fantastis, Pengguna WhatsApp Tembus 3 Miliar, Siap Jadi Ujung Tombak Meta AI
Pendiri WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton, sejak awal menentang praktik periklanan. Keduanya bahkan keluar dari Facebook karena konflik seputar monetisasi WhatsApp.
Meski Meta tidak secara terbuka merinci pendapatan WhatsApp, analis memperkirakan nilainya mencapai US$ 500 juta – 1 miliar per tahun dari layanan bisnis berbayar. Angka ini diperkirakan akan melonjak setelah iklan mulai ditayangkan.
Meta juga menyebut akan mengambil potongan 10% dari pendapatan berlangganan Channel di masa mendatang. Namun, kebijakan ini belum akan diberlakukan dalam waktu dekat.

