Nilai Ekspor Air Minum dari Indonesia Capai US$ 164,21 Juta di 2024, LPEI Optimistis Tren Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat kinerja ekspor air dan minuman tanpa alkohol selama periode 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor dalam kode HS 2201-2202 itu menembus angka US$ 164,21 juta pada 2024.
Senior economist LPEI Donda Sarah optimistis dengan tren ekspor air minum non alkohol tersebut akan tetap betumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
“Didorong oleh permintaan yang masih kuat dari negara-negara mitra dagang,” kata Donda, dalam keterangan resminya, Senin (16/6/2025).
Donda mengatakan di tengah sejumlah persaingan dengan negara-negara eksportir lain dan perubahan cepat preferensi konsumen, ekspor air minum non alkohol tetap dapat tumbuh. “Peluang untuk berinovasi dan memperluas pasar air minum dan minuman tanpa alkohol tetap terbuka lebar,” kata dia.
Baca Juga
Sinergi Strategis LPEI dan Bank Mandiri Dorong Akselerasi Ekspor Nasional
Berdasarkan catatannya, ekspor air dan minuman tanpa alkohol tumbuh 34,36% dibandingkan 2023 yang sebesar US$ 122,21 juta. Secara volume, ekspor air dan minuman tanpa alkohol juga tumbuh signifikan. Pada 2024, ekspor komoditas ini mencapai 323,55 ribu ton atau meningkat 27,95% secara tahunan.
Filipina menjadi pasar terbesar ekspor komoditas ini dengan kontribusi 23,61% terhadap total ekspor 2024, atau setara US$ 38,77 juta. Setelah itu, negara lain yang menyerap produk air dan minuman tanpa alkohol yaitu Vietnam dengan porsi 12,76% setara US$ 20,96 juta, Singapura dengan porsi 9,96% setara US$ 16,35 juta, Malaysia dengan porsi 8,57% setara US$ 14,08 juta, dan Timor Leste sebesar 7,23% setara US$ 11,87 juta.
Posisi terkini, Januari-April 2025, nilai ekspor bahkan mencapai US$ 77,47 juta dengan volume mencapai 143,26 ribu ton atau meningkat masing-masing 73,45% secara tahunan untuk nilai dan 71,16% secara tahunan untuk volume.
Capaian ini menandai momentum bagi sektor minuman non alkohol nasional untuk terus menguat di pasar global. Pertumbuhan ekspor kumulatif Januari-April 2025 ini utamanya didorong oleh peningkatan ekspor ke sejumlah negara mitra utama, seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Timor Leste.
Indonesia berada di peringkat ke-31 dunia sebagai eksportir produk air mineral dan peringkat ke-45 untuk air mineral berperisa. Menurut LPEI, pasar negara besar seperti Jepang dan China masih belum dapat menjadi pasar karena keterbatasan penguasaan teknologi dan inovasi.
Donda mengatakan LPEI menyebut siap untuk mendukung eksportir industri air dan minuman tanpa alkohol dalam mengembangkan kapasitas usahanya ke internasional. “Momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjadikan produk Indonesia, baik dari sektor air, minuman tanpa alkohol, FMCG, maupun makanan, sebagai ikon ekspor berkelas dunia,” kata dia.

