Vela Alpha, Pesawat Elektrik Buatan Anak Bangsa yang Ramah Lingkungan
JAKARTA, Investortrust.id -- PT Vela Prima Nusantara (Vela Aero) memamerkan produk unggulannya di Indo Defence 2024 yang digelar di Jiexpo Kemayoran 11-14 Juni 2025. Salah satu produk yang dihadirkan yakni Vela Alpha, sebuah air mobility platform berkonsep e-VTOL dengan konfigurasi fleksibel.
"Kita mengembangkan Advanced Air Mobility Aircraft. Itu pesawat yang sebenarnya itu berbasis elektrik, yang nanti yang ramah lingkungan," kata Direktur Teknologi PT Vela Prima Nusantara (Vela Aero), Rejeki Simanjorang kepada Investortrust.id di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Rejeki mengatakan meski dilengkapi sayap, namun Vela Alpha mampu mendarat secara vertikal seperti layaknya helikopter. Dengan demikian, pesawat listrik tersebut dapat mendarat di wilayah padat penduduk.
"Jadi tidak perlu butuh lahan yang luas untuk mendarat. Jadi dia take off dan landing seperti helikopter," ucapnya.
Vela Alpha dirancang untuk mengangkut empat penumpang dalam layanan transportasi VIP atau enam penumpang untuk kelas ekonomi. Vela Alpha dikembangkan untuk mendukung konektivitas antar wilayah, khususnya di rute-rute pendek dan terpencil.
"Jadi ini ada berbagai skema yang bisa dilayaninya. Bisa juga nanti seperti shuttle, seperti airport shuttle. Misalnya dari downtown, misalnya dari Sudirman ke (Bandara) Soekarno Hatta. Atau dari Sudirman ke Cikarang daerah industri, itu boleh begitu. Atau juga nanti misalnya ya kalau kita punya jenis hybrid juga yang lebih long range yang bisa 500 Km mungkin dari Jakarta ke Bandung," ungkapnya.
Baca Juga
DEFEND ID: Indo Defence 2024 Expo & Forum Jadi Ajang Penguatan Kerja Sama di Dalam dan Luar Negeri
Rejeki juga mengungkapkan sejumlah keunggulan dari Vela Alpha. Selain dapat take off dan landing secara vertikal, pesawat Vela Alpha juga tidak mengeluarkan suara bising. "Noise-nya itu jauh lebih rendah dari helikopter. Sehingga ini bisa mendarat dan take off di daerah yang padat penduduknya," tuturnya.
Dari segi kegunaan, Vela Alpha dapat dimanfaatkan untuk angkutan umum maupun private. Sedangkan dari segi perawatan, biaya perawatan Vela Alpha juga diklaim lebih murah.
"Karena harganya itu juga bersaing dengan helikopter. Jauh lebih murah dari helikopter. Dan terutama di perawatannya itu yang kita prediksi akan lebih murah dari helikopter. Karena ini seperti mobil listrik. Jadi tidak terlalu banyak bagian yang membutuhkan maintenance di dalamnya," ujar Rejeki.
Rejeki mengatakan hal lain yang membuat bangga adalah pesawat tersebut merupakan buatan anak bangsa. Selain itu Rejeki mengungkapkan PT Vela Prima Nusantara bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
"Ya ini asli buatan Indonesia. Jadi kita perusahaan ini memang PMDN, modalnya dari dalam negeri ya. Perusahaan dalam negeri memang. Bukan PMA gitu. Jadi di Indonesia ini kita engineeringnya itu ada di Bandung," ucapnya.
Untuk diketahui Vela Alpha dibanderol dengan harga $2,7 Juta. Untuk eVTOL maksimal jarak yang dapat ditempuh yakni 160 km, sedangkan untuk yang hVTOL maksimal jarak yang ditempuh hingga 500km. Maksimal kecepatan hingga 250 km/h, maksimal payload hingga 550kg (termasuk pilot), hover noise < 65 dBA, dan volume kabin > 3,7 meter kubik.

