Untuk Gairahkan Investasi, KLHK Targetkan 3.000 Layanan Amdal di 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan pencapaian 3.000 pelayanan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) untuk mempercepat laju investasi di Indonesia.
"Kami menargetkan tahun ini ada 3.000 pelayanan dokumen amdal untuk menggairahkan investasi," ungkap Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Hanif Faisol Nurofiq di Hotel Pullman Central Park Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (29/2/2024).
Hanif menuturkan, ada lompatan pelayanan dokumen usai pengimplementasian penyederhanaan proses bisnis dan aplikasi melalui dua sistem. Pertama, Sistem Informasi Persetujuan Lingkungan Hidup (Amdalnet) untuk pelaku usaha swasta. Kedua, Sistem Informasi Geospasial (Sigap) untuk pelaku usaha rakyat. Aplikasi itu mulai beroperasi penuh terhitung sejak tahun 2023.
"Ada sekitar 68 pelayanan dokumen pada tahun 2020, meningkat sekitar 100-an dokumen pada 2021, kemudian kembali bertambah menjadi 200-an pelayanan dokumen pada 2022, dan meningkat tajam sebanyak 1.300-an pelayanan dokumen pada tahun 2023," tuturnya.
Hanif menjelaskan, dua sistem tersebut mengatur standar spesifik yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang mengajukan izin, sehingga kajiannya tidak melebar ke mana-mana.
Penyederhanaan dokumen terkait amdal tertuang dalam dua Keputusan Menteri. Yaitu Keputusan Menteri LHK No. 136 Tahun 2024 tentang Penugasan Proses Persetujuan Lingkungan yang merupakan Kewenangan Pusat kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Perizinan Berusaha. Kemudian, Keputusan Menteri LHK No. 137 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penerbitan Persetujuan Lingkungan, Persetujuan Teknis, Rincian Teknis dan Dokumen Rincian Teknis Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.
"Dokumen yang terdata sekitar 6.000-an, sebanyak 3.000 kami selesaikan pada 2024," ucap Hanif.
Baca Juga

