Perundingan Ke-7: Indonesia-Kanada Bahas 19 Isu Perdagangan
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dan Kanada mengelar perundingan putaran ketujuh Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah hingga 8 Maret 2024. Ada 19 isu penting yang dibahas dalam perundingan ini.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono selaku Ketua Tim Perunding Indonesia menyebutkan, Indonesia dan Kanada sepakat untuk mengutamakan negosiasi yang efektif dan berkualitas pada putaran ini.
“Kedua negara juga berkomitmen untuk membahas menyeluruh setiap isu dengan menghargai gagasan masing-masing demi mencapai kesepakatan bersama yang telah ditentukan,” ucap Djatmiko dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Rabu (6/3/2024).
Djatmiko menambahkan, perundingan ICA–CEPA merupakan salah satu perundingan prioritas bagi Indonesia yang membahas peningkatan akses pasar barang, jasa, dan investasi di kawasan Amerika Utara serta isu-isu perdagangan Indonesia dan Kanada.
Melalui kesepakatan kedua kepala negara yang disetujui pada September tahun lalu, ICA–CEPA diharapkan dapat selesai secara substantif pada akhir 2024.
Dalam putaran ketujuh ini, kedua belah pihak membahas 19 isu penting dan satu diskusi ahli secara tatap muka. Beberapa isu yang dibahas antara lain perdagangan barang, perdagangan jasa, aturan asal barang.
Kemudian, pengadaan barang dan jasa pemerintah, investasi, kekayaan intelektual, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi, perdagangan inklusif, lingkungan, dan ketenagakerjaan.
“Diperlukan kolaborasi dan kerja sama secara optimal untuk menyelesaikan ICA–CEPA. Perundingan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat berupa peningkatan perekonomian bagi kedua negara,” tandas Djatmiko.
Diketahui, total perdagangan Indonesia dan Kanada pada 2023 tercatat senilai US$ 3,4 miliar, turun sebesar 19,38% dari 2022. Ekspor Indonesia ke Kanada tercatat sebesar US$ 1,3 miliar, sedangkan impor dari Kanada tercatat sebesar US$ 2,1 miliar sehingga Indonesia defisit sebesar US$ 845 juta.
Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Kanada pada 2023 adalah perlengkapan telepon, hasil produksi atau limbah, karet alam, aksesori, dan koper. Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Kanada pada 2023 yaitu, gandum, pupuk, kedelai, dan serbuk kayu.
Baca Juga
RI-Kanada Sepakat Bisa Rampungkan Rancangan Perjanjian ICA – CEPA di 2024

