Kadishub Jakarta Ungkap Lalu Lintas Pelabuhan Tanjung Priok Sudah Normal
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan, arus lalu lintas (lalin) ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara telah kembali normal sejak Sabtu (19/4/2025).
''(Kemacetan) Priok, alhamdulillah, kemarin Sabtu itu sudah normal. Karena sudah dilakukan penyesuaian terkait dengan arus bongkar muat barang,'' kata Syafrin kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2025).
Dia pun berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan sehingga tidak terjadi kemacetan lagi pada arus lalin di hari kerja nantinya.
''Kita harapkan kondisi ini dipertahankan, sehingga kepadatan yang terjadi di dalam pelabuhan pada saat bongkar muat itu tidak menimbulkan ekses masif terhadap kemacetan jaringan jalan di kawasan,'' ucap Syafrin.
Dia turut menjelaskan dampak kemacetan di akses Pelabuhan Tanjung Priok berimbas pula pada arus lalin di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) hingga Tol Layang MBZ.
Syafrin menyebut, pengaturan waktu bongkar muat peti kemas di Pelabuhan menjadi sangat penting sehingga tidak terjadi penumpukan dalam waktu yang bersamaan.
Baca Juga
Kepala KSOP Tanjung Priok Ungkap Biang Keror Kemacetan Horor Jelang Libur Panjang
''Karena begitu Jalan Raya Cilincing, Yos Sudarso, dan juga Jalan RE Martadinata, maka otomatis itu bisa kemana-mana, karena akses tol otomatis akan terkunci,'' jelas dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, M Takwim Masuku mengungkapkan, dalang di balik kemacetan lalu lintas (lalin) ke arah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dia menjelaskan, kemacetan terjadi akibat meningkatnya kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang sangat signifikan jelang libur panjang tanggal 18 - 20 April 2025.
Dikatakan Takwim, area common gate dan Pelabuhan New Priok Container Terminal One (NPCT1) di pelabuhan berfungsi normal. Namun, ada lonjakan aktivitas ini menyebabkan terjadinya kemacetan.
Secara kronologis, lanjut Takwim, kemacetan mulai terjadi pada Rabu malam saat tiga kapal besar bersandar di area Pelabuhan NPCT1. Saat itu, total volume bongkar muat mencapai lebih dari 4000 TEUs.
Baca Juga
Macet Horor di Tanjung Priok, Sistem Logistik Nasional Jadi Sorotan
Menurutnya, volume bongkar muat yang umumnya dilakukan di Pelabuhan NPCT1 tidak lebih dari 2.000 - 2.500 TEUs.
"Hal tersebut menyebabkan peningkatan volume kegiatan yang sangat signifikan dari yang biasanya berkisar antara 2.000-2.500 TEUs dan merupakan salah satu penyebab kemacetan yang terjadi," kata Takwim beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas bongkar muat di pelabuhan disebabkan oleh banyaknya pengguna jasa sehingga mengerahkan truk untuk mengambil barang sebelum libur panjang.
"Kami terus berupaya menjaga kelancaran operasional dan memastikan layanan tetap berjalan optimal," tutur Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri.

