Soal “Macet Horor” di Pelabuhan Tanjung Priok, INSA: Jangan Saling Menyalahkan!
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pemilik Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners' Association/INSA) meminta semua pihak menahan diri untuk tidak saling menyalahkan terkait “macet horor” di Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis (17/4/2025) hingga hari ini (Sabtu, 19/4/2025).
“Kami minta semua pihak menahan diri, tidak saling menyalahkan. Sebaliknya, kami menyarankan semua pemangku kepentingan saling mendukung dan bekerja sama untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) INSA, Carmelita Hartoto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (19/4/2025).
Ribuan truk antre mengular di Jalan Raya Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok sejak Rabu (16/4/2025) malam hingga hari ini akibat aktivitas bongkar muat yang menumpuk di dalam pelabuhan. Kemacetan tak hanya terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi juga menjalar ke sejumlah kawasan lainnya di Jakarta. Kemacetan berlangsung hingga 12 jam.
Baca Juga
Carmelita mengungkapkan, kemacetan terjadi akibat melonjaknya kegiatan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kegiatan ekspor Indonesia tetap menggeliat di tengah tekanan ketidakpastian global akibat tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump.
“Memang terjadi kemacetan yang harus jadi catatan perbaikan ke depan. Tapi peningkatan kegiatan ekspor di Pelabuhan Priok di tengah tekanan tarif resiprokal adalah berkah tersendiri yang mesti disyukuri,” ujar dia, seperti dikutip Antara.
INSA, menurut Carmelita, telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pelindo mengenai kondisi kemacetan yang terjadi.
“Pelindo sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok telah bersikap responsif dan mengambil langkah terukur dengan memaksimalkan area-area buffer dan lapangan yang dapat dijadikan kantong parkir dan pengalihan lalu lintas truk ke dalam gate pos 9,” papar dia.
Dia menjelaskan, para pelaku usaha juga memahami Pelindo tengah melakukan penanganan jangka panjang untuk mencegah kemacetan kembali terjadi di masa mendatang. Salah satunya dengan membangun area jalan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di tol maupun jalan arteri di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca Juga
KSOP Utama Tanjung Priok dan Kepolisian Jelaskan Langkah Penanganan Kemacetan di Kawasan Pelabuhan
Hanya saja, kata Carmelita Hartoto, pembangunan jalan membutuhkan waktu yang tidak sebentar serta perlu dukungan dan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov DKI Jakarta, dan instansi lainnya.
“Bukan saatnya kita saling menyalahkan. Kita harus mendorong Pelindo lebih baik ke depan dengan memberikan layanan terbaik, termasuk pencegahan kemacetan jalan masa depan," tegas dia.

