Konsumsi LPG Naik 5,4% Selama Ramadan-Idulfitri 2025
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan, selama periode Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2025, terjadi peningkatan konsumsi LPG (elpiji) rata-rata 5,4%.
Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro menyebutkan, selama periode Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri 2025, Pertamina dan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM menyiagakan 40 terminal LPG, 731 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE), dan 6.517 agen LPG.
“Realisasi (konsumsi) LPG pada periode Posko Nasional tahun 2025 ini mengalami peningkatan secara rata-rata sebesar 5,4% dari penyaluran LPG pada periode yang sama 2024,” kata Sentot dalam penutupan Posko Nasional Sektor ESDM di kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
RI Perbesar Impor LPG dan Minyak dari AS, Bahlil Ungkap Nasib Negara Lain
Dia mengungkapkan bahwa ketahanan stok LPG berhasil terjaga kisaran 12 sampai 15 hari. Adapun penyaluran tertinggi terjadi pada 24 Maret 2025, yaitu sebesar 31.113 metrik ton (MT) atau naik sekitar 7,5% dari penyaluran LPG normal yaitu sebesar 24.556 MT.
“Ditjen Migas dan Pertamina melaksanakan pemantuan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan penyediaan LPG ke penyalur dan sub-penyalur LPG di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan DIY,” beber dia.
Baca Juga
Bahlil: Distribusi LPG 3 Kg Lancar, Stok Aman, dan Harga Sesuai Ketentuan
Sementara itu, untuk sektor gas bumi, penyaluran tertinggi pada 20 Maret 2025 sebesar 950 billion british thermal unit per day (BBTUD), sedangkan yang terendah pada 31 Maret 2025 sebesar 606 BBTUD.
Selain itu, realisasi volume pengangkutan gas bumi lebih 33.000 km melalui jalan pipa yang dikeluarkan PGN, Pertagas, Transportasi Gas Indonesia, dan Kalimantan Jawa Gas naik 8,3% dibanding periode sama 2024.
“Realisasi volume niaga gas bumi ini naik 22,6% dibanding prognosa realisasi selama posko, tetapi turun 0,5% dibanding realisasi pada saat pelaksanaan posko Rafi 2025 lalu. Hal ini disebabkan oleh perpindahan skema penyaluran gas bumi yaitu menggunakan metode terminal usage agreement," ujar Sentot.

