Tingkat Konsumsi Naik Selama Ramadhan, Tapi Kelas Menengah masih 'Drop'
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan konsumsi masyarakat masih tren naik, khususnya segmen makanan dan minuman, selama bulan ramadhan, walau harga pangan naik.
“Kalau dari sisi konsumsi masih naik. Data Mandiri Spending Index mengungkapkan terlihat peningkatan belanja masyarakat ke supermarket dan restoran selama Januari-Februari tahun ini,” ujarnya, di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Padahal, menurut Asmo, pada Januari 2023 tren belanja masyarakat masih di bawah 40%, tepatnya kisaran 30%. Hal ini menandakan sisi konsumsi masyarkat semakin defensif dan belanjanya semakin terkonsentrasi pada makanan saja.
“Positifnya memang kalau dari trajectory-nya konsumsinya yang tadinya sempat turun, sekarang naik lagi, biasa selama puasa dan lebaran,” katanya.
Baca Juga
BSI Sukses Jaga Momentum Setelah Merger, Begini Rasio Keuangannya
Jika melihat pertumbuhan konsumsi menurut data survei sosial ekonomi nasional (Susenas), dia menatakan, kelas bawah masih tinggi, konsumsi kelas menengah masih di bawah rata-rata nasional, dan konsumsi kelas paling atas itu sangat tinggi.
“Kalau misalnya kena pengaruh dari kenaikan harga pangan, kelas menengah turun konsumsinya. Yang harus diperhatikan adalah konsumsi kelas menengah, karena tergerus,” jelas Asmo. (CR-13)

