Bos PGEO Berharap Proyek Pertamina Geothermal Bisa Dilirik Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE Julfi Hadi berharap Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat melirik sejumlah proyek-proyek strategis karena memiliki fundamental yang bagus.
"Kalau kita bicara nanti mau ke depannya, mau masuk seandainya nanti dipakai di Danantara. Kita sudah mempersiapkan proyek-proyek yang bagus,” kata Julfi dalam media briefing di Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Sejumlah proyek-proyek strategis dari bisnis panas bumi tersebut menurut Julfi dapat mendatangkan keuntungan bagi perseroan. Apalagi terdapat beberapa proyek yang tengah dikejar oleh Pertamina Geothermal agar dapat diselesaikan dan beroperasi tahun ini.
Salah satunya adalah commissioning Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 Megawatt (MW). Tambahan kapasitas ini tidak hanya memperkuat portofolio energi hijau PGE, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan daya saing dalam menghadapi permintaan energi bersih yang terus berkembang.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp 2,65 Triliun Sepanjang 2024
"Karena tadi ada incentive yang sudah kita ingin kerjakan sama pemerintah, mulai dari risk-nya, mulai dari percepatan, mulai dari Capex-nya, ini menjadi sangat strategic, apalagi base load. Tentunya PGE, mengharapkan, ini akan dilirik oleh Bapak-Bapak dari Danantara,” terangnya.
Adapun berdasarkan laporan keuangannya, PGEO mencatatkan laba bersih US$ 160,30 juta atau sekitar Rp 2,65 triliun (kurs Rp 16.586 per dolar AS) di tahun 2024. Hal itu tertuang dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada 25 Maret 2025.
Meskipun mengalami sedikit penurunan dari US$ 163,57 juta pada tahun sebelumnya, Direktur Utama PGE Julfi Hadi menyebutkan pihaknya tetap menjaga profitabilitas yang sehat, kas operasional yang kuat, serta efisiensi dalam pengelolaan biaya.
Dalam laporan keuangan itu, PGE juga berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 407,12 juta meningkat dari US$ 406,29 juta pada tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya permintaan energi bersih di Indonesia. Capaian itu dihasilkan di tengah tantangan industri dan dinamika ekonomi global.
"Kami terus memperkuat posisi sebagai pemimpin industri panas bumi di Indonesia dengan strategi operasional yang berkelanjutan," ucap Julfi dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

